Categories Berita Hari Ini

Pelajaran Kitab Kuning Tumbuhkan Toleransi

keberagaman toleransi di Kabupaten Purwakarta Jawa Barat mengalami peningkatan selama Dedi Mulyadi ‎menjabat bupati di wilayah ini. saat ini setiap sekolah sudah menerapkan pelajaran tambahan agama. Yakni, memperdalam pembacaan kitab kuning bagi pelajar Muslim. Serta, perdalam kitab suci bagi pelajar non-muslim.

Pemkab Purwakarta mendata ada 365 sekolah yang sudah menerapkan pelajaran tambahan membaca kitab kuning. Pelajaran ini, berlaku sejak 2016 lalu. Sebelumnya tak ada satu pun sekolah yang menerapkan pelajaran membaca kitab tersebut.

“Di Purwakarta program ini sudah berjalan sejak setahun lalu. Bahkan khusus mata pelajaran agama yang biasanya dua jam saat ini anak-anak di wilayah kami belajar 15 jam dalam sepekan,” ujar Dedi di kantornya,

Menurutnya pendidikan agama di sekolah umum ini sangatlah penting. Karena itu, pelajaran agama di Purwakarta mengalami penambahan. Yang tadinya hanya dua jam sekarang menjadi 15 jam dalam sepekan. Dengan begitu anak-anak ini bisa mendalami kitab dalam agama masing-masing.

untuk pelajaran tambahan ini Bupati juga juga sudah merekrut 600 guru agama. Guru agama ini disebar ke 365 sekolah tersebut. sebelumnya Purwakarta tak punya guru agama yang khusus itu. ” Kalau guru agama yang sudah statusnya ASN ada di setiap sekolah. Tapi, guru agama kitab kuning ini statusnya guru kontrak,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Purwanto menilai pelajaran agama tambahan ini merupakan langkah positif di sektor pendidikan. Sebelumnya, pelajaran agama hanya terpaku pada kurikulum yang berlaku. “Sekarang ini, anak-anak SD di Purwakarta sudah biasa baca kitab kuning,” ujarnya.

Soliha guru kitab kuning SDN Ciwangi Purwakarta mengaku, sangat bersyukur bisa direkrut pemkab untuk menjadi tenaga pengajar kitab kuning. Pelajaran kitab kuning ini, diberikan setiap hari. Yakni, dua jam sebelum pelajaran umum diberikan. Atau bisa saja jam-nya diubah setelah pelajaran umum selesai.

“Kami sangat berterimakasih karena pemkab sudah perhatian terhadap guru agama. Serta, anak-anak mendapat tambahan pelajaran agama,” ujarnya.