Kepolisian Negara Republik Indonesia
Daerah Jawa Barat
Melindungi dan Mengayomi Masyarakat

Kapolda Jawa Barat
Drs.MOCHAMAD IRIAWAN,SH,MM,MH
Inspektur Jenderal Polisi
Lihat Profil

Kapolres, “Penanganannya Terpadu” Kendaraan Melawan Arus Ditertibkan

RANCAEKEK – Kondisi Jalan Raya Bandung-Garut, terutama antara kawasan Cipacing, Kec. Jatinangor, Kab. Semudang-Rancaekek, Kab. Bandung-Parakanmuncang, Kec. Cimanggung, Kab. Bandung, yang kini kian karut-marut akibat maraknya PKL dan kendaraan melawan arus harus segera disentuh oleh aparat terkait.

“Jika kondisi ini tetap dibiarkan, jangan harap jalur jalan raya tersebut akan nyaman. Apalagi, jalan negara tersebut sebentar lagi akan digunakan arus mudik dan balik. Terus terang, dampak maraknya PKL dan kendaraan melawan arus tersebut, mengundang kemacetan dan kecelakaan lalu lintas,” kata Iyep Somanti (52), tokoh pemuda Desa Bojongloa, Kec. Rancaekek, Jumat (20/7).

Menurut Iyep yang kerap melintas jalan raya tersebut, saat mengendarai mobil maupun motor ia sering terjebak kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk akibat keberadaan PKL. “Anehnya, di depan PT Kahatek yang marak PKL hingga menyita badan jalan, keberadaan jembatan penyeberangan orang (JPO) hanya jadi hiasan, alias benar-benar tak berfungsi. Karena itu, kami harap aparat terkait segera turun tangan,” ujarnya.

Dikatakan Iyep, maraknya kendaraan yang melawan arus di dua arah, terutama sepeda motor, bukan hanya dilakukan para tukang ojek dan buruh pabrik, para penghuni kompleks dan perkampungan yang mengemudikan motor pun kerap nekat melawan arus dan tidak melalui putaran jalan. “Jelas ini pun jadi pemicu kemacetan dan mengundang lakalantas,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Bandung, AKBP Sandi Nugroho melalui Kasat Lantas Polres Bandung, AKP M. Lukman Syarif Hidayat ketika dikonfirmasi “GM” mengatakan, penataan jalur Jalan Bandung-Garut, terutama antara Cipacing-Rancaekek-Parakanmuncang telah jadi perhatian pihaknya. Apalagi jalur jalan raya tersebut tak akan lama lagi digunakan arus mudik dan balik Lebaran.

“Penanganan jalur Jalan Bandung-Garut, baik oleh keberadaan PKL dan kendaraan melawan arus akan melibatkan aparat terpadu. Khusus dalam penanganan kendaraan melawan arus, kita telah berkoordinasi dengan jajajar Polres Sumedang. Kendaraan melawan arus akan kita tertibkan, apalagi jelang arus mudik dan balik Lebaran,” kata M. Lukman Syarif.

Menurutnya, kendaran yang melawan arus selain jadi pemicu kemacetan, juga mengundang lakalantas. “Kita akan terus melakukan pemantauan, pendekatan, dan imbauan, serta akan melakukan tindakan tegas terhadap pengemudi yang melawan arus,” katanya.
(B.105/B.46)**(GALAMEDIA)