Kepolisian Negara Republik Indonesia
Daerah Jawa Barat
Melindungi dan Mengayomi Masyarakat

Kapolda Jawa Barat
Drs. H. Tubagus Anis
Angkawijaya, M.Si.

Inspektur Jenderal Polisi
Lihat Profil

10 Rumah Ludes Dilalap Api

10 Rumah Ludes Dilalap Api
SOREANG – Kebakaran hebat melanda Kampung Babakan Siliwangi, RT 03/RW 01, Desa/Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Senin (17/9) sekitar pukul 13.30 WIB. Sedikitnya 10 rumah permanen yang berada di gang tidak bisa diselamatkan dari amukan si jago merah.

Sebanyak 8 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dari UPTD Damkar Wilayah 2 Ciparay Kabupaten Bandung, UPTD Damkar Soreang, Damkar Kota Bandung dan bantuan dari pabrik harus bekerja ekstra keras untuk memadamkan api. Karena lokasi kebakaran berada di dalam gang, mobil damkar tidak bisa masuk.

“Supaya slang air bisa sampai ke rumah yang terbakar, petugas harus menggunakan teknik estafet. Mobil damkar yang berada di dekat Jalan Raya Dayeuhkolot-Moh. Toha dimasukkan ke tangki mobil damkar lainnya, yang memanjang hingga ke mobil yang terdekat dengan titik api,” kata Komandan Regu Damkar Wilayah 2 Ciparay, Juju di lokasi kebakaran.

Penyebab kebakaran belum diketahui pasti. Ada yang mengatakan akibat korsleting listrik di rumah Sahudi (60), tungku yang lupa dimatikan, dan dua cucu Sahudi yang bermain api. Namun semua warga mengetahui awal api dari rumah Sahudi.

“Api nyalanya cepat sekali, padahal bangunan rumah di sini permanen. Tahu-tahu api sudah merembet ke rumah yang berada di samping,” kata Uun Suryati (54), salah seorang warga yang rumahnya ikut terbakar.

Warga lain yang rumahnya habis terbakar antara lain Ucih, Mbah Ee, Risman, Soyo, Imas, dan Wagirun. Upaya ratusan warga yang berupa memadamkan api terkendala ruang sempit menuju permukiman padat penduduk.

Sahudi yang lokasinya berada paling belakang dari di antara deretan rumah yang terbakar. Kemudian merembet ke rumah Risman, Soyo, terus ke rumah milik Uun yang berada paling depan,” kata Fredi Rustandi (43), salah seorang saksi mata.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Pemilik rumah hanya bisa menyelamatkan sebagian harta bendanya. Sementara lemari es, televisi, kursi hingga ranjang banyak yang habis terbakar.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30 WIB. Seluruh penghuni rumah hanya bisa menangis ketika menyaksikan bangunan rumahnya habis terbakar. Bahkan salah seorang ibu terlihat seperti tertekan. Ia hanya bisa berzikir tanpa bisa diajak bicara.

Kapolsek Dayeuhkolot, Kompol Edy Suwandi mengatakan, belum diketahui penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan 10 bangunan rumah tersebut. Pihak kepolisian masih harus mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti.

“Masih perlu diselidiki penyebabnya. Informasi awal yang berhasil kami kumpulkan api berasal dari arus pendek listrik, tungku, dan anak-anak yang bermain api. Semua informasi itu berharga sebagai bahan penyelidikan,” katanya.