Kepolisian Negara Republik Indonesia
Daerah Jawa Barat
Melindungi dan Mengayomi Masyarakat

Kapolda Jawa Barat
Drs.MOCHAMAD IRIAWAN,SH,MM,MH
Inspektur Jenderal Polisi
Lihat Profil

Densus Temukan 4 Rangkaian Bom

Cirebon – Tim Densus 88 dan Badan Nasio-nal Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggeledah rumah mertua Achmad Basuki alias Uki (31), adik M. Syarif pelaku bom bunuh diri di Masjid Al Dzikra Mapolres Cirebon Kota.
Dalam penggeledahan yang dilakukan, Selasa (19/4) sejak pukul 16.00 – 17.30 WIB di sentra batik Trusmi, tepatnya di Blok Bangbangan RT 13/RW 04, Desa Trusmi Wetan, Kec. Plered, Kab. Cirebon itu, Tim Densus 88 dan BNPT menemukan 4 rangkaian bom dan 40 buku jihad. “Ada 4 rangkaian bom dan 40-an buku jihad,” kata seorang petugas yang enggan disebutkan namanya di lokasi.
Penggeledahan juga dilakukan di rumah orangtua M. Syarif, pasangan Ny. Sri Mulat dan Abdul Gofur (sesuai kartu keluarga, bukan Abdul Kadir) di kawasan Pekalipan Kota Cirebon sekitar pukul 19.00 WIB.
Rumah H. Maina salah seorang pengusaha batik yang juga mertua Uki di Trusmi Wetan itu, mendadak dipasangi garis polisi oleh petugas. Sementara Densus melakukan penggeledahan, di luar rumah dijaga ketat polisi dari Polres Cirebon. Masyarakat pun mendadak berkerumun.
Di rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal Uki tersebut, dicurigai terdapat sejumlah benda yang berkaitan dengan pengeboman di Masjid Al Dzikra. Apalagi, Uki memiliki karakter yang tidak jauh beda dengan kakaknya (M. Syarif, red).
Di sekitar rumah keramik warna hitam, jendela dan pintu warna cokelat tersebut, saat penggeledahan tidak terlihat Ny. Hj. Lilis, istri Uki. Sementara Uki dikabarkan tidak ada di rumah pasca kejadian bom bunuh diri di Masjid Al Dzikra Mapolres Cirebon Kota.
Petugas tampak sibuk mengeluarkan dan memeriksa sejumlah barang elektronik, fotokopian, rompi, buku-buku, dan lainnya. Ketua RT 13, Siti Tutiasih mengaku menyaksikan beberapa barang tersebut digeledah, beberapa di antaranya disita. “Saya dijadikan saksi dalam penggeledahan tersebut,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Trusmi Wetan, Kama Bahari Al Kasim mengaku kaget terkait penggeledahan atas rumah salah seorang warganya itu. Apalagi dicurigai menantu dari pemilik rumah tersebut ada keterkaitan saudara dengan pelaku bom bunuh diri M. Syarif.
“Setahu saya, yang disita petugas antara lain sejumlah buku tentang jihad, CD, kabel, foto-foto latihan garda depan (mirip militer, red),” kata Kama.
Menurutnya, Uki menikahi Lilis dan tinggal di Blok Bangbangan sudah sekitar tiga tahun. Namun terlihat ada perubahan penampilan seperti suka menggunakan gamis dan lainnya baru sejak setengah tahun lalu.
Beberapa tetangga sekitar rumah mengatakan, saat ini Uki tidak ada di rumah. Dikabarkan dia sedang ke Jakarta. Namun, tidak diketahui ada keperluan apa. “Sehari-hari Uki kurang bergaul dengan masyarakat di sini. Bahkan sewaktu-waktu berpakaian hitam-hitam entah pergi ke mana. Kakaknya MS juga sering menginap di sini,” kata seorang warga.

Masih mendalami

Sejauh ini, polisi masih menelusuri jaringan M. Syarif. Hingga kini polisi belum bisa mengaitkan keterlibatan jaringan dan kelompok tertentu dalam kasus ini.
“Kita belum bisa mengaitkan dengan kelompok mana (jaringan M. Syarif). Masih kita dalami,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. I Ketut Untung Yoga Ana saat ditemui di kantornya, Jln. Trunojoyo Jaksel.
Menurut Yoga, temuan barang bukti yang telah disita memang identik dengan kelompok teroris yang selalu mengumandangkan jihad di Indonesia. Namun pihaknya memilih hati-hati dalam berspekulasi soal keterlibatan jaringan teroris.
“Ini kelompok mana belum (tahu). Memang ditemukan fakta-fakta seperti ini. Ada rangkaian dan komponen sirkuit dalam pembuatan bom. Kita belum bisa memberikan kesimpulan,” katanya.
Yoga menegaskan, terkait buku berisi ajaran jihad yang ditemukan di rumah mertua Syarif di Majalengka, tidak terkait dengan bom buku yang meledak di sekitar kantor komunitas Utan Kayu, di rumah Ahmad Dhani dan rumah Ketua Umum Pemuda Pancasila Yapto SoerjoSoemarno.
“Beda dengan buku yang ditemukan. Sebelumnya ‘kan, rangkaian sirkuit terindikasi bagian-bagian pembuatan-pembuatan bom,” imbuhnya.
Yoga menambahkan, pihaknya sudah memeriksa keluarga Syarif. Termasuk orangtua dan istri Syarif, Sri Maliha. “Istri dan ortu sudah pasti di-BAP,” tutupnya.
Sebelumnya, polisi sudah mengindentifikasi jenis bom yang digunakan M. Syarif. Bom berdaya ledak rendah dan terdiri dari sejumlah bahan antara lain mur, paku, dan baterai.

Ancaman bom

Di tengah upaya polisi mengungkapkan jaringan pelaku bom bunuh diri di Masjid Al Dzikra, teror bom melalui telepon kembali terjadi di Kota Bandung. Ancaman tersebut terjadi di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pembantu Jln. Peta, sekitar pukul 07.45 WIB. Ancaman teror bom melalui telepon tersebut, diterima salah seorang supervisor BRI, Nina Nirwana.
Pelaku penelepon gelap itu, memberitahukan jika di sekitar ruko tempat kantor itu sudah dipasang bom. Mendapat ancaman itu, pihak bank langsung menghubungi Mapolsektabes Bojongloa Kaler. Setelah disisir, polisi tidak menemukan benda yang mencurigakan di dalam ataupun di sekitar kantor. Kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan Polsekta Bojongloa Kaler.
“Setelah kita melakukan penyisiran dengan alat metal detector, tidak ditemukan benda-benda yang mencurigakan. Kantor dan sekitar kantor steril. Namun kami langsung meminta anggota baik dari binmas ataupun patroli, untuk memberikan penyuluhan kepada pengelola maupun perusahaan di sekitar ruko untuk meningkatkan kewaspadaan,” kata Kapolsekta Bojongloa Kaler, AKP Syarif Hidayat kepada wartawan di Mapolsekta.

Dipindahkan

Kemarin, salah seorang korban bom bunuh diri, Dedi Mashuri (PNS) yang dirawat di RS Pelabuhan dirujuk ke RS Santosa Bandung. Dedi dipindahkan ke RS Santosa atas permintaan Polda Jabar, untuk pemeriksaan lanjutan yang lebih intensif lagi.
Dedi yang semula dirawat di ruang ICU, baru dipindahkan ke ruang perawatan biasa karena kondisinya sudah mulai stabil, Senin lalu. Sampai kemarin, pasien korban ledakan bom bunuh diri yang dirawat di RS Pelabuhan tinggal tujuh orang.
Menurut Kepala Pelayanan, Pemasaran, dan Pelanggan, Yeni Rahmawati, kondisi tujuh pasien semakin membaik. “Tapi untuk waktu kepulangan, masih menunggu perkembangan kesehatannya,” katanya.
Sedangkan Kasubag Pengendalian Operasi Mapolres Cirebon Kota, Iptu Harsita sudah menjalani operasi pengangkatan paku di paha bagian kanan di RS Santosa, Senin (18/4). “Alhamdulillah operasi pengangkatan paku sudah dilakukan kemarin sekitar pukul 13.20 WIB. Operasi dilakukan di sini karena serpihan bom tersebut bersarang di bagian syaraf,” katanya.
Selain di paha bagian kanan, disebutkan, korban pun terluka di jari tengah kanan dan pelipis kanan. Harsita terluka akibat terkena serpihan bom berupa paku-paku beton dan mur.
“Sebelumnya saya pun sempat dioperasi di RS Labuhan untuk pengangkatan mur dan lima paku beton,” ujarnya.
Sumber : http://klik-galamedia.com