Kepolisian Negara Republik Indonesia
Daerah Jawa Barat
Melindungi dan Mengayomi Masyarakat

Kapolda Jawa Barat
Drs.MOCHAMAD IRIAWAN,SH,MM,MH
Inspektur Jenderal Polisi
Lihat Profil

Polisi Tembak Mati Perakit dan Pembeli Senjata

SUMEDANG – Aparat Subdit Resmob Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Polda Jawa Barat, berhasil membongkar tempat perakitan senjata api (senpi) ilegal di Cipacing, Cileunyi, Kab. Sumedang. Dua tersangka yang merupakan penjual dan perakit ikut ditangkap aparat.
Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan mengatakan, pengungkapan tempat perakitan senpi ilegal itu bermula dari tertangkapnya Doni Rahman alias Doni Buntung.

“Doni Buntung ini penjual senjata api untuk beberapa sindikat perampok,” katanya kepada wartawan di lokasi penggerebekan, Jumat (8/6).

Penangkapan Doni diawali informasi dari Wongso, salah satu tersangka perampokan toko emas di Ciputat. Dari keterangan Wongso, petugas menangkap Doni di kawasan Cileunyi pada 5 Juni lalu.

Herry kemudian memecah tim menjadi dua. Satu tim ditugaskan menangkap Teten, perakit senpi ilegal dan Doni saat bertransaksi. Sementara tim lainnya ditugaskan menggeledah rumah Teten di Kp. Cipacing, Cileunyi.

“Kemudian kita kembangkan tersangka Doni ini dan dari keterangannya, senpi yang dia jual itu berasal dari tersangka Teten di Cipacing,” katanya.

Sebagai perajin senjata api, Teten tidak hanya merakit senapan angin, tapi juga menerima pesanan untuk senjata api laras pendek, di antaranya FN. Senjata jenis ini kerap digunakan oleh pelaku kejahatan.

Tewas ditembak

Kamis (7/6) menjelang dini hari, petugas memancing tersangka Teten untuk bertransaksi dengan Doni. Keduanya bertransaksi di kawasan Cileunyi, tidak jauh dari rumah Teten yang dijadikan tempat perakitan.

“Kita yakin tersangka tidak akan melarikan diri karena kakinya buntung, sehingga kita biarkan dia bertransaksi dengan Teten,” terangnya.

Saat itu, Doni diantar seorang sopir mobil rental. Seorang diri ia melakukan transaksi dengan Teten. Namun di luar perkiraan, Doni mengelabui petugas. Bersama Teten, keduanya melarikan diri dengan menggunakan mobil Toyota Avanza matik milik Doni.

“Saat itu Doni membeli tiga senpi jenis FN pada tersangka Teten dengan harga Rp 3,5 juta per pucuk,” jelasnya.

Mengetahui buruannya melarikan diri, petugas mengejar kedua tersangka. Aksi kejar-kejaran terjadi hingga Tol Purbaleunyi-Cikampek dan Tol Halim.

Saat itu, Doni dan Teten menuju arah Tol Jagorawi. Namun di pintu keluar Tol Halim, petugas berhasil menghadangnya. Meski begitu, mereka tetap mencoba melarikan diri. Bahkan sempat mengeluarkan senjata api dan menembaki petugas. Mendapat perlawanan, petugas pun membalas.

Dua unit mobil petugas yang berisi 10 anggota akhirnya melumpuhkan Doni dan Teten. Keduanya akhirnya tewas diberondong timah panas. Pelarian Doni dan Teten berakhir di Cawang, dekat pintu Tol Jagorawi.

156 peluru disita

Di saat bersamaan, Tim 2 Resmob menggeledah rumah Teten di RT 02/RW 04 Kp. Cipacing, Cileunyi Wetan, Cileunyi, Kab. Sumedang. Di lokasi, aparat menemukan sejumlah mesin bubut yang digunakan untuk merakit senpi ilegal.

Di lokasi itu pula polisi menyita 2 pucuk senjata api rakitan jenis FN serta peralatan lainnya. Ada tiga rumah yang dijadikan tempat pembuatan senpi rakitan jenis FN di lokasi tersebut.

Sejumlah barang bukti disita aparat dari tempat perakitan senjata api ilegal di Cipacing. Di antaranya 156 peluru dan alat sablon cetakan merek senjata.

“Dengan alat sablon ini, merek pada senjata api itu diketik hingga terlihat seperti produk pabrikan luar negeri,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, kemarin.

Barang bukti tersebut disita aparat gabungan Subdit Resmob Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat, saat menggerebek empat rumah warga di RT 02/RW 04 Kel. Cipacing, Cileunyi Wetan, Cileunyi, Kab. Sumedang, Jumat (8/6) dini hari WIB.

Penggerebekan dipimpin langsung Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan dan Kanit III Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKP Jerry Siagian. Saat itu ditemukan 156 butir peluru kaliber 22, 45, dan peluru laras panjang.

Polisi juga menyita satu set mesin bubut, 5 pucuk senpi rakitan jenis FN berikut 5 magasin, 4 pucuk senpi rakitan yang belum jadi, 2 unit CPU, 4 sablon, 1 unit mesin drill press, 1 unit mesin bor, 1 unit gergaji besi, 7 kikir, 13 bahan untuk laras, 5 unit rangka bodi senpi, 1 replika senjata api, 3 rangka magasin, dan uang tunai Rp 5 juta.

Pengembangan

Sementara itu, Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Putut Eko Bayuseno, S.H. mengungkapkan, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan, apakah perajin senjata api yang digerebek Resmob Polda Metro Jaya itu ada kaitannya dengan tindakan kriminalitas. Untuk memastikannya, polisi masih mendalami aktivitas pembuatan senjata rakitan di luar koperasi, yang selama ini mendapat pembinaan dari pihak kepolisian.

“Di Cipancing itu ‘kan ada koperasinya. Yang bersangkutan (Teten, red) tidak termasuk dalam keanggotaan. Sehingga keberadaannya dicurigai,” terang Putut pada acara program Polisi Peduli Pengangguran di kawasan wisata Kampung Gajah, Kec. Parongpong, Kab. Bandung Barat (KBB), kemarin.

Mengenai keterkaitan kasus ini dengan aktivitas teroris, Kapolda menegaskan, belum menjurus ke arah itu.

Sedangkan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Martinus Sitompul membenarkan adanya penggerebekkan serta penangkapan oleh jajaran Resmob Polda Metro Jaya di depan SPBU Cipacing 1.

“Yang diamankan seorang perajin senapan berinisial D alias T bin D (40), warga Desa Cipacing Jatinangor. Diduga pelaku perakit senpi,” katanya.
(B.68/B.115/B.105/dtc)**(galamedia)