Categories Berita Hari IniTravel

Bandung Barat: Benteng Gedong Dalapan, Situs Penjajahan Belanda yang terlupakan

Lodaya – Masa penjajahan Belanda menyisakan kenangan pilu bagi bangsa Indonesia yang sangat mendalam. Bagaimana tidak ? Belanda menjajah Indonesia  selama 350 tahun. Selama itu juga Indonesia banyak melewati masa-masa yang teramat pahit hingga akhirnya, berkat perjuangan para pahlawan, Indonesia dapat merebut kembali kemerdekaannya dan memproklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Tidak hanya meninggalkan kenangan pahit yang sangat menyesakkan dada. Masa penjajahan Belanda juga meninggalkan banyak peninggalan situs situs bersejarah, berupa artefak bangunan, bahasa dan kebudayaan. Peninggalan sejarah pada masa penjajahan Belanda tersebar di seluruh Indonesia.

Demi mempertahankan negeri jajahannya, Belanda membangun benteng-benteng pertahanan sebagai tempat persembunyiannya dari musuh, pengintaian pergerakan musuh, penyimpanan persenjataan bahkan sebagai tempat eksekusi dan pembantaian musuh.

Satu peninggalan monumental yang menunjukkan betapa kuatnya Belanda kala itu adalah berdirinya bangunan-bangunan benteng atau bunker yang sangat kokoh di sejumlah wilayah Indonesia, bahkan hingga wilayah terpencil Indonesia.

Benteng Gedong Delapan Bandung Lodaya.web.id

Kabupaten Bandung Barat adalah salah satu wilayah yang memiliki bunker atau benteng-benteng pertahanan Belanda. Dimulai dari wilayah utara Lembang, hingga barat dan selatan Bandung Barat terdapat peninggalan benteng.

Kali ini kita akan menjelajahi benteng bersejarah peninggalan masa kolonial Belanda di wilayah selatan bernama Benteng Gedong Dalapan. Terletak di Kampung Gagak RT 02/03, Desa Karang Anyar, Kecamatan Cililin, lebih tepatnya di atas perbukitan Pasir Gagak.

Situs bersejarah ini tampak sudah rusak dan tidak terawat. Terdapat pengrusakan bangunan berupa penghancuran pintu dan jendela gedung. Selain itu terdapat pula lubang-lubang penggalian liar di dalam bangunan. Terdapat pula vandalisme dengan coretan-coretan masif di dinding bangunan.

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *