Categories Berita Hari IniBisnis

APJII: Berjualan Dengan Toko Online di Indonesia Sangat Menjanjikan

Sambal merupakan pelengkap makanan asli dari Indonesia, tidak kalah dengan produk branded fashion dan elektronik, ternyata peminat sambal asli Indonesia banyak dari masyarakat Indonesia bahkan Internasional. Bahkan orang bule saja sengaja membuat Toko Online dan menjual produk Sambal secara online dan dapat meraih keuntungan yang tidak sedikit dari Sambal asli Indonesia tersebut.

Hal tersebut sontak membaut Ketua Umum Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), Sammy Pangerapan, menjadi heran, bagaimana bisa orang asli Indonesia dapat kalah kreatif dengan orang-orang asing yang dengan kreatifnya berjualan berbagai merek sambel asli Indonesia via toko online.

Sammy mengungkapkan, kesempatan bisnis melalui internet semakin menjanjikan karena penggunaan pasar internet di Indonesia baru 26 persen (akhir 2015) dengan total jumlah pengguna mencapai 63 juta orang seluruh Indonesia.

“Pasar online itu begitu terbuka lebar, mengapa kita masih bingung mau jualan apa lewat internet? Produk sambel saja bisa dijual. Saya itu tambah heran, mana yang jualan orang bule lagi,” tutur Sammy Pangerapan dalam workshop “Berbisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) Melalui Internet” pada ajang Pesta Media 2013 yang diselenggarakan di AJI Jakarta, akhir minggu lalu. Baca Juga : Mengenal Warung Nasi Bu Eha, Ikon Kuliner Legendaris Bandung

Pengguna Internet yang sangat banyak di Indonesia inilah yang akan menjadi target pasar bisnis online. Hal tersebut karena kalangan produktif yang memiliki uang namun tidak mempunyai waktu yang banyak untuk berbelanja ditambah ‘melek teknologi’ yang membuat bisnis Toko Online menjadi suatu hal yang sangat menjanjikan.

Trend berbelanja lewat toko-toko onlie (online shop) juga makin meningkat karena masalah kemacetan pusat kota dan perbelanjaan yang memaksa masyarakat enggan untuk keluar rumah dalam berbelanja secara langsung ke mall atau pasar tradisional.

Makin mahalnya harga properti, tingginya biaya sewa rumah toko (ruko), dan tidak terjangkauya sewa gerai di mall juga membuat para pelaku usaha beralih membuat Toko Online untuk menjual aneka barang di Indonesia sangat menjanjikan.

“Jadi kalau merasa nggak punya banyak modal untuk buka toko di mall atau ruko, ya buka saja Toko Online,” tutur Sammy.

Namun Sammy menyesalkan praktik toko-toko online di Indonesia yang seringkali masih melakukan Scammer atau penipuan yang sangat merugikan konsumen dan tentunya membuat pandangan Toko Online menjadi buruk. “Banyak terjadi pelapor dari korban toko online yang mengadukan tentang penipuan produk elektronik kepada polisi,” ujarnya.

Sammy mengutip hasil sebuah survei yang menyebut ketakutan terbesar masyarakat untuk berbelanja via internet adalah ketakutan terhadap penipuan (35 persen responden).

Ketakutan terbesar kedua adalah acapkali barang yang dikirim ke pembeli tidak sesuai pesanan (21,5 persen). “Antara gambar di internet dan barang yang datang bentuknya berbeda,” katanya.

Untuk memilih toko online yang terpercaya sebenarnya dapat diriset asal usul dan platform toko online tersebut, biasanya kasus penipuan yang sering terjadi adalah online shop yang menggunakan Medsos sebagai lapak jualan nya, twitter, facebook, Instagram dll. karena berjualan di medsos tidak menggunakan biaya, jadi para oknum penipuan dapat dengan mudah melakukan praktek penipuan.

Baca Juga : Mengenal Warung Nasi Bu Eha, Ikon Kuliner Legendaris Bandung

Berbeda dengan Toko Online yang berbentuk sebuah Website, pengusaha bisnis online tidak akan melakukan penipuan jika sudah memiliki website toko online sendiri, karena untuk memiliki sebuah website toko online diperlukan biaya dan juga waktu agar dapat membuat websitenya sendiri. Jika website toko online melakukan penipuan, sama saja merugikan brand yang sudah dibangun nya sendiri.

Save

Save

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *