Categories Kepolisian Negara Republik IndonesiaKriminalPolda Jabar

Polda Jabar Bandar Judi Online Lintas Negara

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jabar membongkar praktik judi bola online di Bandung yang beromzet ratusan juta rupiah per bulan. Pelakunya warga Bandung bernama Rudi Setiawan (35).

” Pelaku ini adalah agen di Bandung dengan tiga situs. Pelaku setiap bulannya meraup omzet ratusan juta rupiah Rata-rata sebulan Rp 100 juta,” kata Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jabar AKBP Murjoko Budoyono kepada wartawan di Mapolda Jabar Jalan Soekarno-Hatta Bandung Jawa Barat.

Penghasilan AB dari bsnis judi online setiap minggunya mencapai Rp250 juta hingga Rp300 juta. Setidaknya ada 27 permainan yang tergabung dalam satu website perjudian online mulai dari judi poker hingga permainan bola.

Lebih lanjut Yusri menjelaskan peran AB adalah bertugas memasarkan dan mencari member judi online dengan situs www.cekih.com lewat media sosial.”Judi online ini pusatnya di Kamboja Website ini berasal dari Kamboja. Pelaku yang memainkan perjudian ini memperoleh penghasilan langsung. Apabila menang maka rekening yang dimiliki pelaku terisi Apabila kalah, maka status keanggotaan akan hilang,” bebernya.

lodaya Bandar Judi Online Terpercaya

Setiap orang yang ingin menjadi member judi  ” online ” www.cekih.com diwajibkan mendepositokan uang taruhan mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 3 juta. Anggota bisa bermain 27 jenis permaian yang disediakan. ” Omzetnya bisa mencapai Rp 300 juta satu minggu. Fee pelaku ini langsung dibayar dari bandar besar di Kamboja,” sambung Yusri.

Polda Jabar Ungkap Bandar Judi Online Berpusat di US

tersangka Rudi kepada wartawan mengaku sudah 1 tahun menjalankan praktik judi online. Dalam situs miliknya terdapat banyak permainan pertarungan dan olahraga yang bisa dijudikan. Namun yang paling banyak peminatnya adalah judi bola ” Paling banyak yang masang di liga Inggris serta Spanyol dan Italia,” akunya.

Caranya member bisa mendaftar dengan membuka rekening dan kemudian mendeposit sejumlah uang di salah satu dari tiga situs tersebut. ” Misalnya daftar ke agen bola.com lalu nanti dikasih username dan password Pasangnya macam-macam mulai dari Rp 10.000 sampai jutaan,” akunya.

lodaya Bandar Judi Online Terpercaya

pekerjaan sebagai Bandar Judi online internasional yang dilakoninya sudah berjalan lebih dari 3 tahun. Meski AB tidak mau menjawab polisi yakin AB bukan satu-satunya agen judi online lintas negara di Jawa Barat.

Rudi menginduk ke pengelola judi online asal luar negeri yang alamat website masing-masing www.ibcbet.com (Filipina), www.sbobet.com (Amerika), dan www.368bet.com (Amerika). Selama ini pria asli Bandung tersebut beraksi seorang diri.

Selain satu unit Ipad polisi menyita barang bukti berupa dua unit handphone Blackberry satu buku rekening BCA  tiga buah Token Key BCA empat kartu ATM BCA dua lembar KTP milik tersangka dengan nama berbeda dan satu unit mobil merek Toyota Innova. Biasanya lanjut Rudi, taruhan judi online itu digelar bertepatan pertandingan sepak bola nasional dan internasional.

lodaya Bandar Judi Online Terpercaya

Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Jabar AKBP Baktiar Joko menyebutkan pelaku dijerat Pasal 303 KUH Pidana tentang Perjudian yang ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara atau denda Rp 25 juta. Rudi juga diganjar Pasal 3 dan atau 5 UU No.8 Tahun 2010 perihal pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara dan denda sebanyak Rp 10 miliar.

Jika anda penggemar Judi Bola SBOBET dan permainan judi online lainnya. Ingin Bermain Judi Online di Bandar Judi Terpercaya di Indonesia yang aman dan terpercaya, hanya di sboagen.net

“Setelah kasus ini terungkap kami menyampaikan kepada Kemeninfo untuk meblokir website tersebut. Sekarang situs judi online itu tidak bisa diakses” ujar Baktiar.

Save

Categories Berita Hari IniHOT NEWSKepolisian Negara Republik IndonesiaPOLISI KITAPolitik

Keputusan Hakim, Hary Tanoesoedibjo Resmi Menjadi Tersangka

Hakim tunggal pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menolak gugatan pra-peradilan Hary Tanoesoedibjo terkait penetapan tersangka oleh Bareskrim Polri.

“Mengadili, dalam eksepsi, menolak permohonan eksepsi pemohon. Dalam perkara, menolak permohonan praperadilan pemohon. Menetapkan penetapan tersangka pemohon Hary Tanoe adalah sah,”

kata hakim tunggal PN Jaksel Cepi Iskandar di PN Jaksel, Senin (17/7).

Dalam pertimbangannya, Hakim mengatakan keberatan Hary Tanoe dalam penetapan tersangka karena tidak cukup bukti dan tidak masuk dalam pokok perkara yang dapat diajukan pada pra-peradilan.

Dalam permohonannya, Hary menjelaskan bahwa penetapan tersangka karena alat bukti SMS sama sekali tidak akurat.

Menurut Hakim tersebut, Hak kewenangan hakim praperadilan hanyalah untuk meneliti dari segala jenis aspek formil saja, apakah penetapan tersangka tersebut sudah sesuai KUHAP atau belum, jelasnya.

Dua Alat Bukti

Sementara, kata dia berdasarkan keterangan Polri, penetapan tersangka Harry Tanoe sudah memenuhi dua alat bukti.

“Oleh sebab itu, alasan yang dijelaskan pemohon tidak masuk dalam pokok perkara,” kata Cepi.

Adapun permohonan Hary Tanoe lain yang ditolak oleh hakim adalah soal kadaluwarsanya surat perintah penyidikan (Sprindik) dari Kejaksaan.

Sesuai putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 130/PUU-XIII/2015, SPDP harus disampaikan pada terlapor, pelapor, dan pihak terkait selambat-lambatnya 40 hari. Sementara Hary mengaku SPDP diterima pada Juni, setelah diterbitkan pada Mei.

Cepi mengatakan, dalil ini ditolak karena selama tenggang waktu itu, Hary tidak pernah menyampaikan keberatan kepada Polri.

“Hakim berpendapat, apabila tidak ada keberatan disampaikan maka pengadilan anggap bahwa bukan perkara yang subtansial sehingga tidak dimasukkan dalam gugatan praperadilan,” ujarnya.

Sidang Menunggu Salinan Putusan

Usai sidang, kuasa hukum Harry, Munathsir Mustaman mengatakan masih menunggu salinan putusan dari PN Jaksel untuk memikirkan langkah berikutnya.

Polisi telah menetapakan boss MNCTV ini sebagai tersangka dalam kasus dugaan mengancam Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto melalui pesan elektronik. Dia disangka melanggar Pasal 29 UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Jaksa Yulianto meyakini pesan singkat yang diduga bernada ancaman itu dikirim oleh Hary. Saat itu Yulianto tengah menangani kasus dugaan korupsi restitusi pajak PT Mobile 8 periode 2007-2009.