Categories Berita Hari IniKepolisian Negara Republik IndonesiaPolda JabarPOLISI KITA

Seorang Pengendara Motor Tewas Usai Menabrak Median Jalan Layang Pasupati Bandung

Seorang pengendara berusia 20 tahun bernama Sarif seketika tewas akibat kecelakaan tunggal yang berlokasi di Jembatan Layang, Pasupati, Bandung.

Kejadian mengenaskan tersebut terjadi pada Rabu (13/12/17) dini hari sekitar pukul 03.05 WIB. Korban yang dikabarkan mengendarai sepeda motor bersama dengan seorang rekannya seketika terjatuh tepat di depan toko sepeda motor Vespa.

“Korban yang mengendarai telah meningggal dunia sedangkan rekannya yang dibonceng hanya mengalami luka ringan,” Tutur Hendro Pandowo selaku Kapolrestabes Bandung Kombes.

Dikabarkan, kejadian naas tersebut berawal ketika korban yang mengendarai sepeda motor tersebut melaju dari arah Gasibu menuju ke Pasteur. Dan ketika di TKP, kendaraan tersebut diduga mengalami oleng sehingga menabrak median jalan.

“Korban kecelakaan disebabkan oleh ia menabrak median jalan,” Lanjutnya.

Tubuh korban pun diduga terpental sampai tidak sadarkan diri. Kemudian saat dicek, nyawa korban sudah melayang.

“Korban meninggal dunia di TKP serta telah dibawa ke rumah sakit Hasan Sadikin,” Ungkapnya.

Kecelakaan tersebut pun saat ini ditangani unit laka lantas Polrestabes Bandung. Kendaraan korban telah diangkut ke Mapolrestabes Bandung.

Categories Berita Hari IniHOT NEWSKepolisian Negara Republik IndonesiaPolda JabarPOLISI KITAPolitik

Kapolda Jabar Himbau Agar Masyarakat Jabar Tidak Perlu Mengikuti Aksi 212

Dikabarkan bahwa Aksi 212 akan kembali diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 2 Desember 2017 mendatang.

Berkenaan dengan kabar tersebut, Irjen Pol Agung Budi Maryoto Agung Budi Maryoto selaku dari pihak Kapolda Jabar menuturkan bahwa pihaknya akan siap melayani serta mengawal masyarakat bila nanti ada yang berasal dari Jawa Barat.

“Polisi sebagai pihak pengayom masyarakat, tentu kami akan siap untuk mengawal serta melayani masyarakat bila nanti ada yang hendak berpartisipasi dalam aksi 212 tersebut.” Tuturnya saat berada di Kantor MUI Jawa Barat, Senin (21/11/17).

Dan masih membahas perihal tersebut, terkait rencana aksi 212 tersebut, Kapolda pun membuat kesepakatan bersama Ketua MUI Jawa Barat, KH Rachmat Syafei guna memberitahukan kepada masyarakat agar tidak perlu lagi turun ke Jakarta guna mengikuti aksi tersebut.

Ia pun juga menghimbau masyarakat alangkah lebih baiknya agar melakukan kegiatan-kegiatan di Masjid serta di daerahnya masing-masing.

Kapolda Jawa Barat pada hari Senin (27/11/17) pun diketahui mengunjungi sekaligus melakukan silahturahmi ke kantor MUI Jawa Barat.

Dan di kunjungan tersebut, Kapolda pun menuturkan bahwa terdapat tiga hal mengenai kejahatan narkoba, perihal masalah lingkungan hidup serta Pilkada 2018.

Dan kunjung tersebut disambung langsung oleh Ketua MUI Jawa Barat, KH Rachmat Syafei.

Categories Berita Hari IniHOT NEWSKepolisian Negara Republik IndonesiaPOLISI KITAPolitik

Keputusan Hakim, Hary Tanoesoedibjo Resmi Menjadi Tersangka

Hakim tunggal pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menolak gugatan pra-peradilan Hary Tanoesoedibjo terkait penetapan tersangka oleh Bareskrim Polri.

“Mengadili, dalam eksepsi, menolak permohonan eksepsi pemohon. Dalam perkara, menolak permohonan praperadilan pemohon. Menetapkan penetapan tersangka pemohon Hary Tanoe adalah sah,”

kata hakim tunggal PN Jaksel Cepi Iskandar di PN Jaksel, Senin (17/7).

Dalam pertimbangannya, Hakim mengatakan keberatan Hary Tanoe dalam penetapan tersangka karena tidak cukup bukti dan tidak masuk dalam pokok perkara yang dapat diajukan pada pra-peradilan.

Dalam permohonannya, Hary menjelaskan bahwa penetapan tersangka karena alat bukti SMS sama sekali tidak akurat.

Menurut Hakim tersebut, Hak kewenangan hakim praperadilan hanyalah untuk meneliti dari segala jenis aspek formil saja, apakah penetapan tersangka tersebut sudah sesuai KUHAP atau belum, jelasnya.

Dua Alat Bukti

Sementara, kata dia berdasarkan keterangan Polri, penetapan tersangka Harry Tanoe sudah memenuhi dua alat bukti.

“Oleh sebab itu, alasan yang dijelaskan pemohon tidak masuk dalam pokok perkara,” kata Cepi.

Adapun permohonan Hary Tanoe lain yang ditolak oleh hakim adalah soal kadaluwarsanya surat perintah penyidikan (Sprindik) dari Kejaksaan.

Sesuai putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 130/PUU-XIII/2015, SPDP harus disampaikan pada terlapor, pelapor, dan pihak terkait selambat-lambatnya 40 hari. Sementara Hary mengaku SPDP diterima pada Juni, setelah diterbitkan pada Mei.

Cepi mengatakan, dalil ini ditolak karena selama tenggang waktu itu, Hary tidak pernah menyampaikan keberatan kepada Polri.

“Hakim berpendapat, apabila tidak ada keberatan disampaikan maka pengadilan anggap bahwa bukan perkara yang subtansial sehingga tidak dimasukkan dalam gugatan praperadilan,” ujarnya.

Sidang Menunggu Salinan Putusan

Usai sidang, kuasa hukum Harry, Munathsir Mustaman mengatakan masih menunggu salinan putusan dari PN Jaksel untuk memikirkan langkah berikutnya.

Polisi telah menetapakan boss MNCTV ini sebagai tersangka dalam kasus dugaan mengancam Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto melalui pesan elektronik. Dia disangka melanggar Pasal 29 UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Jaksa Yulianto meyakini pesan singkat yang diduga bernada ancaman itu dikirim oleh Hary. Saat itu Yulianto tengah menangani kasus dugaan korupsi restitusi pajak PT Mobile 8 periode 2007-2009.