Categories Berita Hari IniHOT NEWSKepolisian Negara Republik IndonesiaPolda JabarPolitik

Jelang Pilkada Serentak, Polisi Siapkan Personel Keamanan

Barisan Personel Brimob Polda Jawa Barat disiagakan pada lokasi rawan konflik ketika Pilkada serentak 2018. Saat ini polisi dikabarkan masih melakukan pemetaan terkait area atau lokasi yang kerap terjadi konflik di Jawa Barat saat bertepatan dengan pelaksaan Pilkada.

“Satu kompi Brimob rencananya akan kami terjunkan ke lokasi yang rawan terjadi konflik,” Tutur Kapolda Jabar Irjan Agung Budi Maryoto ketika ditemui setelah apel kesiapan pengamanan Pilkada serentak, yang diselenggarakan di Lapangan Gasibu, Bandung, Jumat (05/01/18).

Saat ini Polda Jabar masih belum selesai melakukan penentuan terhadap lokasi tersebut. Dan sampai saat ini Polisi masih menunggu penentuan pasangan calon yang bakal unjuk gigi ke tingkat Pilgub, Pilwalkot serta Pilbup.

“Kami sendiri belum mengetahui siapa-siapa nya, Namun saat ini kami masih memperhatikan perkembangannya,” Lanjutnya.

Agung pun menghimbau para warga Jabar agar dapat berkerjasama guna menjaga ketertiban saat Pilkada berlangsung. Maka dari itu, ia melanjutkan, ancaman pun akan dapat diminimalisir.

“Ini merupakan sebuah pesta demokrasi, pestanya para rakyat, saya pun yakin Insya Allah aman dengan partisipasi masyarakat,” Tutup Agung.

Sekiranya, Polda Jabar bakal menurunkan 21.438 personal kepolisian untuk disebar di berbagai wilayah yang menjadi lokasi penyelenggaraan Pilkada. Puluhan ribu personel tersebut bakal mengawal setiap tahapan Pilkada serentak.

Categories Berita Hari IniHOT NEWSPolitik

Siapa Cawagub Sudah Ditentukan, Namun Belum Siap Diberitahukan

Nampaknya, Masyarakat Jawa Barat harus menunggu lebih lama lagi guna mengetahui siapa yang akan maju menjadi pasangan Ridwan Kamil untuk maju pada Pilgub Jawa Barat mendatang.

Hal tersebut terjadi lantaran, Ridwan Kamil, atau yang akrab disapa Emil, menuturkan bahwa masih terdapat beberapa kendala lagi dalam proses pemilihan antarpartai, yakni musyawarah yang harus dilaksanakan. Tapi, terdapat satu nama yang telah diajukan kepada Ketua Umum dari masing-masing partai koalisi.

“Hasil akhir tengah didiskusikan di level Ketua Umum. Dan tentu sampai saat ini belum ada respon balik kepada saya, Tapi semuanya telah diserahkan kepada koalisi,” Tutur Emil, (22/12/17).

Tapi, mengenai hasil keputusan akhir, Emil ternyata meminta agar masyarakat Jawa Barat menunggu sedikit lebih lama lagi sebab terdapat proses diskusi politik antarpartai guna meraih kesepakatan.

“Sebab konstelasinya masih belum semua yang setuju terkait appun. Sebab, pemilihan kan tergantung bagaimana pandangan masing-masing orang,” Tutupnya.

Ia pun sebelumnya sempat membeberkan bahwa sudah ada satu nama yang bakal maju mendampingi Emil dan bakal menyerahkan nama itu kepada parta koalisi.

Kamis (21/12/17) kemarin, Emil melancong ke ibu kota guna menghadap DPP partai koalisi dengan tujuan melaporkan keputusannya mengenai Cawagub yang hendak dipilih olehnya.

Categories Berita Hari IniHOT NEWSPolitik

Kocaknya Jalan Sidang Perdana Setya Novanto

Nampaknya, Jalannya sidan perdana kasus dugaan korupsi E-KTP yang saat ini sedang menjerat Setya Novanto, Rabu (13/12/17), menjadi buah bibir di kalangan masyarakat.

Bagaimana tidak, hal ini lantaran pada jalannya sidang yang berlokasi di Pengadilan Tipikor Jakarta, begitu menarik sebab diwarnai dengan drama.

 

Kocaknya Jalan Sidang Perdana Setya Novanto

Sedianya, agenda sidang Novanto adalah mendengar pembacaan dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Ya, Setya Novanto mengaku bahwa ia sedang sakit (lagi).

Dan setelah pengakuan tersebut terdengar, Jaksa KPK tetap meminta agar sidang tetap dilanjutkan. Sedangkan dari tim kuasa hukum Novanto, meminta agar sidang ditunda terlebih dahulu.

 

 

Karena itulah, pembacaraan surat dakwaan pun ditunda selama kurang lebih tujuh jam lamanya.

Seperti yang telah dilansir oleh Warta Kota, saat sebelum Novanto mengaku bahwa ia sedang sakit, Hakim Ketua, Yanto sempat mengajukan beberapa pertanyana mengenai identitas terdakwa.

Tapi, lucunya. Pertanyaan tersebut urung dijawab oleh Setya Novanto.

Mantan Ketua DPR itu hanya diam dengan posisi badan menunduk. Hakim Ketua pun harus melemparkan sejumlah pertanyaan kembali kepada kali Novanto.

“Nama lengkap saudara? Apakah saudara mendengar saya? Nama lengkap saudara Setya Novanto?” itulah yang ditanyakan oleh Hakim Ketua terhadap Novanto yang berkali-kali terdengar namun masih urung dijawab.

 

 

Setya Novanto pun selanjutnya diperiksa beberapa dokter yang terdiri dari dokter spesialis kardiologi, neurologi serta penyakit dalam.

“Tim pemeriksaan mengatakan bahwa secara medis bahwa pada saat ini kondisi terperiksa dapat mengikuti jalannya persidangan. Fit to be questioned,” Tutur dokter kardiologi yang memeriksa bersama timnya.

Dan akibat hal “drama” yang terjadi dalam persidangan Novanto, warganet di Twitter pun terlihat asik dan ramai berkicau dengan menggunakan hashtags #KaloAkuJadiHakim. Banyak dari mereka yang menyindir, namun ada pula yang menuliskan kata-kata kocak.

Categories Berita Hari IniHOT NEWSKepolisian Negara Republik IndonesiaMITRA POLISIPolda JabarPolitik

Polda Jabar Siap Jemput Rizieq Shihab

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat rencananya akan menjemput Rizieq Shihab terkait kasusnya beberapa waktu lalu yaitu penodaan lambang negara Pancasila serta pencemaran nama baik. Hal tersebut pun akan dilaksanakan Polda Jabar saat imam besar FPI tersebut telah kembali ke Indonesia.

“Kalau membahas laporan mengenai penodaan Pancasila tersebut kan hanya tinggal memeriksa Rizieq Shihab saja. Tapi kan sampai saat ini ia juga belum pulang juga untuk itu kami masih belum bisa melakukan pemeriksaan lagi,” Ungkap Umar Surya Fana selaku Direktur Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Barat Komisaris Besar. Senin, (27/11/17).

Rizieq Shihab

Dan hingga kini, Rizieq diketahui masih berada di Arab Saudi dan masih belum diketahui sampai kapan ia berada di sana dan tidak kembali ke tanah air.

Umar berpendapat bahwa surat panggilan terhadap Rizieq mengenai kasus penodaan lambang negara Pancasila tersebut telah diberikan sebanyak dua kali oleh Polda Jabar. Dan diketahui bahwa Rizieq pun pernah sekali datang atas panggilan tersebut pada bulan Februari 2017 lalu.

“Surat Panggilan sudah, bahkan sudah dua kali kami berikan. Untuk itu, hanya tinggal surat perintah membawa saja. Kita lihat kedepannya, kita akan menjemput ia kalau yang bersangkutan sudah kembali ke Indonesia,” Tuturnya.

Tak hanya tersandung kasus Pasal 154A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atas penodaan lambang negara Pancasila, Ia pun dikabarkan juga terpidana atas kasus Pasal 320 atas pencemaran nama baik dan kasus pelecehan budaya Sunda.

“Untuk masalah yang melecehkan budaya Sunda, hal itu saat ini masih diproses di Polres Purwakarta. Maka dari itu kita sendiri belum mengetahui bagaimana langkah selanjutnya,” Lanjutnya.

Rencana awal Polda Jabar yang hendak menjemput Rizieq Shihab, sampai saat ini pun diturunkan oleh pengacara Rizieq, yaitu Kapitra Ampera. dan belum dapat dikonfirmasi secara jelas. Sementara pesan atau telepon yang dilayangkan oleh pihak lain pun belum sempat direspon.

Categories Berita Hari IniHOT NEWSKepolisian Negara Republik IndonesiaPolda JabarPOLISI KITAPolitik

Kapolda Jabar Himbau Agar Masyarakat Jabar Tidak Perlu Mengikuti Aksi 212

Dikabarkan bahwa Aksi 212 akan kembali diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 2 Desember 2017 mendatang.

Berkenaan dengan kabar tersebut, Irjen Pol Agung Budi Maryoto Agung Budi Maryoto selaku dari pihak Kapolda Jabar menuturkan bahwa pihaknya akan siap melayani serta mengawal masyarakat bila nanti ada yang berasal dari Jawa Barat.

“Polisi sebagai pihak pengayom masyarakat, tentu kami akan siap untuk mengawal serta melayani masyarakat bila nanti ada yang hendak berpartisipasi dalam aksi 212 tersebut.” Tuturnya saat berada di Kantor MUI Jawa Barat, Senin (21/11/17).

Dan masih membahas perihal tersebut, terkait rencana aksi 212 tersebut, Kapolda pun membuat kesepakatan bersama Ketua MUI Jawa Barat, KH Rachmat Syafei guna memberitahukan kepada masyarakat agar tidak perlu lagi turun ke Jakarta guna mengikuti aksi tersebut.

Ia pun juga menghimbau masyarakat alangkah lebih baiknya agar melakukan kegiatan-kegiatan di Masjid serta di daerahnya masing-masing.

Kapolda Jawa Barat pada hari Senin (27/11/17) pun diketahui mengunjungi sekaligus melakukan silahturahmi ke kantor MUI Jawa Barat.

Dan di kunjungan tersebut, Kapolda pun menuturkan bahwa terdapat tiga hal mengenai kejahatan narkoba, perihal masalah lingkungan hidup serta Pilkada 2018.

Dan kunjung tersebut disambung langsung oleh Ketua MUI Jawa Barat, KH Rachmat Syafei.

Categories Berita Hari IniHOT NEWSPolitik

Nurul Arifin Masih Enggan Sebut Pasangannya di Pilwakot 2018

Kendati Ridwan Kamil dan Nurul Arifin sudah memperoleh banyak dukungan dari Partai Golkar di Pilkada 2018, hal ini tidak menimbulkan keduanya langsung saling menunjuk satu sama lain saat kampanye mendatang.

Ridwan Kamil pun dikabarkan hendak maju sebagai Calon Gubernur Jabar, usai memperoleh dukungan Partai Golkar, PKB, Partai Nasdem, serta PPP.
Sementara Nurul Arifin pun juga hendak dikabarkan akan maju menjadi Calon Wakil Kota Bandung, usai memperoleh SK pengusungan dari Partai Golkar.

Namun, hal ini belum tentu bahwa mereka akan saling merekomendasikan saat masa kampanye mendatang, ini dikarenakan oleh belum pastinya koaliisi di tingkat Kota Bandung.

“Nanti bila misalnya hasil koalisi sama, ini bisa saja saya akan membantu Ridwan Kamil untuk kampanye ke daerah lain. Dan sebaliknya untuk di Bandung, Ridwan Kamil dapat berikan dukungan juga,” Katanya saat berada di Lapangan Pusenif, Bandung, Minggu (05/11/17).

Nurul Arifin juga mengatakan saat ini dirinya telah mencoba komunikasi dengan beberapa partai politik.

Menurutnya memang lebih baik jika partai koalisi sama antara Pilwalkot Bandung dengan Pilgub Jawa Barat, karena hal itu akan lebih baik pada estafet tongkat kepemimpinan.

Walaupun begitu, Nampaknya ia tidak begitu mempermasalahkan bila hingga akhirnya koalisi di tingkat Jabar dan Kota Bandung akan berbeda hasilnya.

“Untuk itu saya, sampai hingga saat ini yang cepat saja, supaya saya juga akan lebih gampang memproses program kerja saya mau apa serta dengan siapa saja saya bekerja,” Tutur Nurul Arifin.

Nurul Arifin menuturkan bahwa ia akan persoalan koalisi serta akan diselesaikan dalam kurun waktu pekan ini.

Namun, sampai saat ini ia masih urung menyebut nama potensial yang hendak menjadi pasangannya pada Pilwalkot Bandung disebabkan masih dalam proses komunikasi.

“Bila lobby sudah rampung, sesegera mungkin akan diselesaikan dalam kurun waktu minggu ini. Dan kita kan juga menunggu keputusan partai koalisi, agar dapat menindaklanjuti proses berikutnya, dan ini juga bertujaun supaya dapat deklarasi secara bersama-sama,” Lanjutnya.

Sampai ini, tak hanya Nurul Arifin, masih ada beberapa kandidat yang sudah mempunyai SK pengusungan.

Di antaranya yaitu Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, yang memperoleh amanat dari PKS, serta Fiki Satari yang memperoleh surat rekomendasi dari PKB.

Categories Berita Hari IniPolitik

Nurul Arifin Ingin Bangun Ruang Publik Di Bandung

Bakal Calon Wali Kota (bawalkot) Bandung dan aktris senior Nurul Arifin mengkritisi kampung halamannya di daerah Cicadas Bandung. Menurutnya kini ia tidak bisa menikmati jalan-jalan di daerah Cicadas.

Penyebabnya tidak lain disebabkan oleh banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang menutupi toko yang berada di belakang trotoar. ” Kalau saya dapat kesempatan saya ingin membangun kembali tempat kelahiran saya di Cicadas. Terutama Pasar Cicadas itu tantangan saya,” ujar Nurul saat ditemui di kawasan Stasiun Bandung, Kota Bandung Jabar Sabtu (1/7/2017).

“ Dulu saya masih bisa melihat matahari dan di situ jalan enak belakangan kok jadi gk tertata begini ya? Toko-toko ketutupan sama pedagang kaki lima. Apakah ada win-win solution yg bisa sama-sama menyenangkan antara PKL pemilik toko dan masyarakat sebagai public space?” ujar Nurul Arifin di sela acara Tausiyah dan Silaturahmi Kasgoro 1957 Jawa Barat di Jalan Riung Mulya Raya Bandung Sabtu (12/8/2017).

 

Selain ‘ membereskan ‘ kawasan tempat lahirnya itu, Nurul juga berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan oleh Ridwan Kamil. Apalagi ia bertekad untuk memberikan pemerataan ke seluruh wilayah Kota Bandung. Nurul Arifin merasa prihatin pada kawasan Cicadas karena memang ia mengaku tumbuh besar di daerah tersebut.

Nurul sendiri siap menghadapi isu gender yang kerap muncul setiap proses Pilkada ini. Ia yakin masyarakat Kota Bandung saat ini tidak akan terpengaruh terhadap isu gender.

” Masyarakat Bandung ini lebih modern, dan saya kira bisa menerima itu karena melihatnya dari sisi positif bukan negatif. Kalau saya pribadi jangan isu gender (yang dilihat) tapi kemampuan orang tersebut,” tuturnya.

 

Categories Berita Hari IniPolitik

Deddy Mizwar Tolak Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Bekasi

BANDUNG – Hasil dari Rapat Badan Koordinasi Dan Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan Selasa (01/08/17) lalu berjalan tidak lancar.

Pasalnya, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar memutuskan untuk menunda pembahasan usulan RTDR Kabupaten Bekasi, Hal tersebut urung disetujui olehnya karena Kabupaten Bekasi dianggap masih setengah-setengah dalam mengatur RTDR tersebut.

“Kami menginginkan tatanan yang utuh, bukan yang setengah-setengah. Kalau mereka mengusulkan rencana yang belum lengkap, jelas kami tolak.” Kata Deddy Mizwar, “Alasannya apa? Terus lahan penggantinya dimana? Harusnya masalah seperti itu sudah diluar otak, jangan setengah jalan seperti ini.”

Tak cuma itu, Rancangan yang dibuat Kabupaten Bekasi juga belum dilengkapi dengan sederetan proyek strategis nasional seperti misalnya, Kereta cepat Jakarta-Bandung. “Makanya ditunda dulu, hingga terakomodir semuanya,” Tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa rapat BKPRD provinsi juga melakukan penundaan perihal rancangan RDTR Kab. Bekasi tersebut hingga semuanya telah terakomodasi secara detail. “ Sekarang kita lihat dulu secara keseluruhan, jangan setengah jalan.

Tapi mereka mau bikin parsial dulu, dan yang baru selesai itu WP 1 dan WP 4. Ya kita minta WP2 dan WP3 juga dimasukkan, sehingga kita tahu seluruhnya berapa persen RTH (Ruang Terbuka Hijau),” Lanjutnya.

Pembahasan usulan dokumen detil tata ruang Kabupaten Bekasi diminta diperbaiki dengan memasukkan seluruh wilayahnya dalam 2 pekan

Selain itu, dalam rapat tersebut juga Kabupaten Bekasi diminta untuk memperbaiki dokumen mengenai detail tata ruang dengan menginput wilayahnya secara keseluruhan dalam jangka waktu 2 minggu.

“Harus seluruhnya, Bukan cuma WP1 dan WP4. Ditransparanin aja, takutnya nanti malah gak sinkron,” kata dia.

Categories Politik

Siasat Ridwan Kamil Dalam Pilkada Jabar 2018

BANDUNG – Menuju Pilkada Jawa Barat 2018, Para bakal calon gubernur dan wakil gubernur masih terus melakukan berbagai upaya agar bisa menembus ajang pemilihan kepala daerah tersebut. Namun, lain lagi yang dilakukan oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.

Dengan percaya diri ia mengatakan bahwa saat ini ia masih melakukan pendekatan-pendekatan dengan beberapa partai dengan tujuan mendapat dukungan dalam Pilkada Jawa Barat 2018

“Saat ini saya masih santai saja, tenang namun tetap produktif agar di waktu yang mendatang bisa memperoleh dukungan,”Tutur Wali Kota Bandung yang akrab disapa Emil sewaktu di Pendopo Kota Bandung, Senin, (31/07/17).

“Dunia Politik itu tidak selalu menggembar gemborkan dukungan melalui media massa saja. Banyak sekali pendekatan yang dilakukan diam-diam, ya seperti saat ini,” Tambahnya.

Ia juga merasa bahwa makin hari mendekati Pilkada Jawa Barat 2018, semakin banyak calon yang mulai melakukan lobi-lobi partai. Ridwan Kamil pun bersiasat, meski ia tidak segencar yang lain, tapi ia tetap aktif dan melakukan kunjungan politik ke beberapa daerah di Jawa Barat.

Seperti yang telah diberitakan, Bahwa Ridwan Kamil telah duluan mendeklarasikan dirinya maju dalam Pilkada Jabar 2018 serta telah mendapat dukungan penuh dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

“Kemarin sih PKB mengundang saya di tanggal 2 Agustus, namun masih saya pending mengingat ada penghargaan Adipura,” Kata Emil.

Tak hanya Ridwan Kamil, PKS juga mengusul kandidat dari partainya. Sohibul Iman selaku Presiden PKS menandai bahwa PKS berkemungkinan besar akan menunjuk Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar.

“Kami berhubungan akrab dengan Deddy Mizwar. Telah yakin tentang Cagub,” Ungkap Sohibul ketika ia hadir dalam acara halalbihalal DPD PKS Kabupaten Subang, Minggu, (09/07/17)

Ia berpendapat bahwa calon wagub yang akan duduk di samping Deddy datang dari partai PKS itu sendiri. “Kami mengusung Netty Heryawan. Tapi masih menerawang, mengingat bagaimana nanti usulan dari DPW PKS Jawa Barat,” Tuturnya.

Netty sendiri adalah istri Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat. Dan masih ada sederetan nama daripada bakal calon dalam Pilkada Jawa Barat 2018.

Categories Berita Hari IniHOT NEWSPolitik

Kelanjutan Pemindahan Ibu Kota Jakarta Indonesia

Jakarta – Wacana pemindahan ibu kota masih berlangsung oleh Pemerintahan DKI Jakarta atas wacana dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Setidaknya sudah ada tiga kota yang dikaji mendalam sebagai bakal calon Ibu Kota Indonesia berikutnya.

Demikianlah diungkapkan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Ada beberapa komponen yang dikaji. Dalam kelompok pertama, yaitu dari sisi topografi, hidrologi hingga kemungkinan daerah akan terkena bencana seperti gempa bumi dan lainnya. Kelompok kedua adalah ketersediaan lahan.

“Ketersediaan lahan kita lihat apakah ada lahan hutan di sana yang bisa dikonversi, bagaimana pemilikan lahan. Apakah lahan-lahan itu telah diberikan hak, misalnya, apa HGU (Hak Guna Usaha) atau tanah industri, kita harus lihat,” ujarnya.

Lahan memang menjadi persoalan yang cukup sulit. Sehingga sampai sekarang belum ada keputusan dari pemerintah. “Karena kan harus ada basis lahan pertama, itu. Itu belum ada keputusan di mana,” imbuhnya.

Sofyan tidak menyangkal bakal kemungkinan pembukaan lahan hutan baru. Ia pun menganggap hal tersebut bukan menjadi masalah besar. “Lahan memang selalu dibuka kan ? apakah untuk kebun atau untuk kota,” ujarnya.

Menko Perekonomian Darmin Nasution diwaktu yang sama menjelaskan perencanaan tentang Pemindahan Ibu kota Indonesia akan diputuskan lewat rapat kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi.

“Itu nanti ada ratas saja saya kira,” pungkas Darmin.