Categories Berita Hari IniKuliner

Mengenal Warung Nasi Bu Eha, Ikon Kuliner Legendaris Bandung

Lodaya – Berbicara tentang Bandung memang tidak akan ada habisnya. Apalagi bila membahas tentang deretan kuliner menggugah selera di Kota Kembang ini. Tapi siapa yang tidak mengenal tempat kuliner yang satu ini?

Warung makan yang berlokasi di Jalan Cihapit, Bandung ini menjadi tempat makan yang cukup melegenda disana. Bagaimana tidak? Dulu, Istri Bung Karno, yakni Inggit Garnasih sering mampir kemari untuk memesan makanan untuk sang suami.

Warung nasi ini telah berdiri puluhan tahun dan sampai kini masih menjadi salah satu tempat makan terfavorit di Bandung.

“Pada tahun 1947, ibu saya, Enok, mendirikan warung ini, hingga akhirnya sekira tahun 1960,” Tutur Bu Eha, Selaku pemilik Warung Makan tersebut.

“Dulu, mertua saya, Aisyah, adalah teman dekatnya Ibu Inggit. Jadi setiap Presiden Soekarno datang ke Bandung, Ibu Inggit dan mertua saya selalu pesan makanan di warung saya untuk Presiden Soekarno,” Tambahnya.

Warung nasi yang telah berdiri sejak tahun 1947 ini juga sering kedatangan tokoh penting, seperti Bung Karno beserta sang istri juga Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil juga terkadang suka mampir kemari.

Lalu anak dari Bung Karno juga sering datang kemari sekedar untuk bernostalgia terhadap masakan yang sering dicicipi oleh kedua orang tuanya.

Terkait dengan kepopuleran Warung Nasi Bu Eha yang telah melegenda itu, terdapat beberapa menu yang menjadi favorit pelanggan di sana, seperti Pepes telur asinnya.
Isinya memang utuh sebutir telur asin yang diracik beragam bumbu, seperti cabai merah, bawang merah dan putih, tak lupa daun kemangi.

Rasa asin dan gurih dari telur asin ini juga tidak hilang. Enaknya, bau amis dan minyak yang biasa ada pada telur asin yang dipanggang nyaris tak tercium. Bila beruntung Anda bisa mendapat pepes yang baru dimasak dan masih hangat sehingga wangi daun kemangi yang dipepes terasa bila dimakan.

Teksturnya yang lembut, sanga cocok bila dipadukan dengan nasi hangat dan sambal dadak.

Sambal dadak ini memang cocok dengan pepes telur asin. Sambal ini selalu fresh karena dibuat bila ada permintaan saja, Lalu sambal ini juga bercita rasa pedas dan segar dibarengi dengan sensasi wanginya kemangi serta buah gandaria.

Selain Pepes Telur Asin dan Sambal Dadaknya, Rendang Bu Eha juga tak kalah top. Sesuai dengan lidah orang Sunda, Rasa rendangnya tidak terlalu pedas dan menyengat, Bumbunya yang menggoyang lidah juga cocok dituang ke atas nasi hangat. Lalu, tekstur daging rendang ini tidak alot apalagi keras. Sangat empuk dan mudah dikunyah.

Ibu Eha mengaku sehari ia mampu meraup omset hingga jutaan rupiah.

“Alhamdulillaah sehari bisa dapat sekira Rp 5 juta, karena untuk beli ikan, ayam, dan daging sapi saja sudah sekira Rp 2 juta,” Ungkap Ibu Eha,

Sistem pelayanan warung ini yang prasmanan membuat orang rela mengantri untuk mendapatkan berbagai lauk lezat dan seporsi nasi hangat disini.

Di dinding warung juga terdapat beberapa foto Presiden Soekarno yang menurut kesaksian Bu Eha bahwa foto tersebut adalah pemberian dari keluarga Soekarno di Blitar.

Warung Nasi Bu Eha buka setiap Senin – Sabtu mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *