Categories Uncategorized

Pemerintah Segel Gudang Berisi Limbah Rumah Sakit

Gudang Limbah Rumah Sakit

Sebanyak 600 personel aparat gabungan dari TNI dan Polri menyambangi sekiranya enam gudang yang mengoperasikan limbah medis yang diklaim ilegal. Proses penyegelan gudang tersebut diperintahkan secara langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Diketahui aparat sempat membobol serta mendobrak pintu salah satu gudang, sebab pekerjanya urung memberikan akses masuk. Penyegelan tersebut pun terdiri atas enam tim, dimana masing-masing masuk ke dalam gudang.

Usai berhasil dibuka, penyidik Direktorat Jendral (Ditjen) Penegakan Hukum (Gakum) KLHK langsung mendapatkan beberapa sampel berupa limbah medis guna dijadikan barang bukti. Dari hasil pantauan di lokasi, Selasa (19/12/17) siang, Penyidik sudah mendapatkan beberapa alat medis, berupa kantong infus, jarum suntik, botol sampel darah serta selang infus.

Ridho Sani selaku Dirjen Gakum KLHK Rasio pun menuturkan bahwa penyegelan gudang berisi limbah medis rumah sakit tersebut itu merupakan kegiatan lanjutan dari hasil olah tkp sebelumnya. Ia pun berpendapat bahwa kasus pengolahan limbah medis tersebut diyakini ilegal tersebut merupakan salah satu kasus yang besar yang pernah ia tangani.

“Ini merupakan kejahatan luar biasa. Bahkan dapat dikenakan pasal berlapis serta instrumen berlapis. Hal itu juga dapat dikenai banyak sanksi berupa sanksi administratif, pidana dan perdata terhadap pengusahanya sendiri,” Ungkap Roy setelah menyegel gudang.

Ia juga memberitahukan bahwa pelaku dapat dijatuhi UU Kesehatan. Selanjutnya, ia pun berencana hendak bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan atas kasus tersebut. Roy mengatakan pula bahwa mereka akan melaksanakan pemantauan secara terus menerus.

“Apabila terdapat perusakan segel, sudah pasti akan kami tindak pidana. Kami juga telah bekerja sama dengan Kemenkes,” Tuturnya.

Ia mengatakan pula, bahwa ia baru pertama kali menangani kasus pengolahan limbah medis yang sudah beroperasi di beberapa kampung di Kecamatan Pengurangan. Kalau sebelumnya, ia hanya memproses pihak ketiga pengelola limbah medis yang berlokasi di Karawang.

“Di sini (Cirebon) merupakan lokasi yang terparah, begitu banyak gudang-gudang yang tersebar di beberapa kampung. Untuk itu, kami akan secara tegas mengusut kasus ini sampai ke akar-akarnya,” Lanjutnya.

Hingga saat ini, sekitar 34 rumah sakit diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Terdapat bukti-bukti yang diklaim mempunyai kaitan dengan yang ditemukan di TPS. Ia juga menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang berusaha mendalami penyelidikan.

“Sampai saat ini masih dalam proses untuk menemukan sumber limbah medis tersebut. Apakah sumbernya berasal dari rumah sakit, klink atau kah terdapat oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” Tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *