Categories Berita Hari IniHOT NEWSKesehatan

Pemprov Jabar Targetkan Imunisasi Kepada 3,6 Juta Penduduk

Pemprov Jabar Targetkan Imunisasi Kepada 3,6 Juta Penduduk

Dikabarkan Dinas Kesehatan Provinsi Jabar paling tidak akan menargetkan 3.629.178 anak dengan rentang usia antara 1-19 tahun dengan tujuan hendak mencegah wabah difteri yang diklaim rawan menyerang lima Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

“Insha Allah terhitung mulai minggu depan akan dilaksanakan ORI (Outbreak Respon Imunization) terhadap semua anak mulai dari usia satu tahun sampai 19 tahun yang ada di Jawa Barat,” Ungkap Yus Ruseno selaku Kepala Seksi Surveilan dan Pencegahan Penyakit Dinas kesehatan Jawa Barat, Kami (07/12/17)

Ia pun turut menuturkan bahwa keputusan guna kegiatan imunisasi yang dilakukan serentak tersebut adalah hasil rapat Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, pada Rabu (06/12/17)

“Untuk pelaksaan ORI di provinsi Jawa Barat, akan diselenggarakan di Karawang, Depok, Purwakarta, dan Kabupaten Bekasi,” Tambahnya.

Sebab, dari hasil pantauan, daerah yang paling rawan terserang difteri di Jawa Barat adalah Purwakarta, terjadi peningkatan yakni, dari 21 menjadi 27 kasus, sementara untuk daerah Karawang, dari 13 mencapai 14 kasus.

Ia pun berpendapat bahwa imunisasi massal tersebut bakal diselenggarakan dalam tiga tahap. Jarak rentang imunisasi pertama dan kedua yaitu satu bulan. Sedangkan, imunisasi ketiga akan dilakukan usai enam bulan setelah imunisasi kedua.

Yus menuturkan bahwa sejak awal 2017 hingga Rabu (06/12/17), sedikitnya terdapat 123 kasus penyakit difteri di Jawa Barat dan apabila satu kasus difteri saja di Jawa Barat, otomatis hal tersebut merupakan kejadi yang luar biasa.

Sementara itu, daerah dengan kasus difteri tertinggi di Jawa Barat adalah Kabupaten Purwakarta dengan 27 kasus, Kabupaten Karawang 14 kasus, Kota Depok 12 kasus, Kota Bekasi 12 kasus, Kabupaten Garut 11 kasus, Kota Bandung tujuh kasus, dan sisanya tersebar di 14 Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Barat.

Dan bila secara keseluruhannya, jumlah kasus penyakit difteri yang tercatat sampai Kamis (07/1/17) lalu, di Jawa Barat sudah mencapai 123 kasus. Malahan, tiga hari sebelumnya, penyakit tersebut terjadi dalam 116 yang mampu membunuh 13 anak.

Yus juga menerangkan, peningkatan kasus itu terjadi karena pasien sebagian besar dirawat di rumah sakit swasta dan telat mengabarkan kepada dinas kesehatan setempat.

Untuk itu, pemerintah berharap agar semua masyarakat paham betul dan tidak menolak adanya kegiatan ini. Sebab, penyakit tersebut merupakan penyakit yang mudah menular serta hanya dapat dicegah melalui imunisasi.

Dengan syarat, paling tidak 95% penduduk telah diimunisasi. Dan pada persentase berikut, kekebalan kelompok sudah tercapai. Bakteri tidak dapat menyebar apalagi menginfeksi pihak lain. Di sini, Imunisasi rutin merupakan kunci utamanya.

Imunisasi sendiri akan diselenggarakan mulai tanggal 11 Desember 2017, dan berlokasi di 12 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, DKI Jakarta, serta Banten. Imunisasi itu sendiri diharapkan dapat menekan kasus yang sudah mencapai 593 kasus dengan 32 kasus kematian di Seluruh Tanah Air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *