Categories Berita Hari IniBisnis

Polemik Proyek Pembangunan Kereta Cepat Jakarta – Bandung Hantui Benak Masyarakat

BANDUNG (lodaya) — Sudah beberapa bulan terakhir proyek pembangun kereta yang berteknologi mutakhir ini rampung dijalankan. Mengenai dimana lokasi tepat pembangunannya pun pemerintah masih urung mempublikasikannya.
Meski tidak melibatkan elemen masyarakat secara langsung masuk ke dalam lingkar api tersebut. Namun pada faktanya keresahan masyarakat mengenai proyek yang diambisikan Jokowi ini masih terus menyelemuti

Bahkan Haris Yuliana selaku Wakil Ketua DPRD Jabar sendiri mengonfirmasi bahwa banyak keluhan masyarakat yang diterimanya saat ini, terlebih dari para penduduk yang tinggal di sekitar kawasan yang akan menjadi tempat dibangunnya proyek tersebut. Dikatakan Haris bahwa mereka merasa resah akibat ketidakpastiaannya rencana proyek kereta yang masih rampung hingga saat ini.

“Ya, kami disodori banyak keluh kesah masyarakat terkait proyek yang katanya masih simpang siur ini. Dan kami pun belum bisa memastikan hal tersebut karena dari pemerintah pusat sendiri belum ada kejelasan yang pasti,” Tutur Haris, Rabu (02/08/17).

Ia menuturkan keresahan yang muncul di masyarakat, di antaranya adalah kejelasan lokasi dan tahapan pembebasan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan proyek kereta cepat. Sampai saat ini, proses tersebut belum ada kejelasan apapun yang harusnya disosialisasikan kepada masyarakat sekitar.

Ia juga mengatakan bahwa rasa resah yang menghantui benak masyarakat saat ini ialah mengenai kejelasan dan mekanisme pembebasan lahan yang nantinya akan digunakan untuk membangun proyek tersebut. Hingga kini, masih belum ada kabar apapun terkait polemik yang kian memanas tersebut.

Keluhan ini terdengar dari warga di Desa Rende dan Desa Puteran, Kecamata Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat yang hingga kini masih terus ditekan agar mau menjual tanah mereka untuk dijadikan lahan tersebut. Berdasarkan pengamatan warga sekitar, nampaknya pemaksaan tersebut diprakarsai oleh PT KCIC (PT. Kereta Cepat Indonesia Cina)

“Lokasinya saja masih belum jelas, ini kok sudah main paksa saja.”

Maka dari itu, ia mengharapkan agar pemerintah bisa lebih peduli terhadap proyek yang seolah-olah hanya mencantumkan title ‘Proyek Nasional’ namun secara keseluruhan dialihkan kepada pihak lain.

“Itu kan Proyek Nasional, yang bertanggung jawab ya Pemerintah Pusat, Namun ini kan wilayah Jawa Barat, Maka dari itu saya himbau agar masyarakat jangan mudah percaya berita yang belum pasti,” Himbaunya.

Ia juga akan mengusut tuntas laporan yang telah dipegang anggota dewan, lalu pihaknya akan segera turun tangan untuk menampung segala keresahan masyarakat. DPRD Jabar akan menurunkan 3 tim yang terdiri atas komisi 1, 4, dan 5 untuk menguras informasi dan menampung keluhan masyarakat. Dikabarkan bahwa rencananya kereta cepat ini akan melewati beberapa rute yang tersebar di beberapa wilayah di Jawa Barat.

“Kami akan turun tangan untuk mendengar semua keluhan masyarakat, dan memberi info agar mereka tidak bingung, dan dipermainkan oleh pihak yang ingin mencari keuntungan,” Katanya.

Terkait proyek tersebut, nampaknya pula lokasi Proyek Kereta Ringan atau Light Rapid Train (LRT) tahap awal belum ditentukan oleh Gubernur Jabar. Sedangkan untuk di lapangan, proyek tersebut sudah mulai dikerjakan. Pemprov Jabar pun berharap agar proyek LRT tahap pertama segera diverifikasi oleh Gubernur Jabar.

Sekda Jabar Iwa Karniwa membeberkan bahwa penetapan lokasi tersebut merupakan poin utama dalam proses pengadaan tanah yang akan segera dijalankan oleh Pemerintah. Saat ini, proyek tersebut tengah dijalankan oleh PT Adhi Karya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *