Categories Berita Hari IniHOT NEWS

Bolos Sekolah, Puluhan Pelajar Disatroni Warga Tengah Bermain Game Online

Puluhan Pelajar Disatroni Warga Tengah Bermain Game Online

Sedang asyik bermain game online, puluhan pelajar di tengah hari bolong digrebek warga sekitar di Perum Bukit Panorama Indah, Rabu (15/11)

Nampak, Ketua RW 13 dengan ditemani sejumlah Karang Taruna tiba-tiba santroni salah satu rumah di Blok A 11 No. 9 perumahan yang sampai saat ini dialih fungsikan menjadi tempat bermain game online atau warnet.

Datangnya Ketua RW beserta Karang Taruna lantas menimbulkan kepanikan di antara para pelajar yang saat itu membolos sekolah dan lebih memilih untuk bermain game online di sana. Dan tidak hanya panik dan berusah melarikan diri, bahkan sebagian ada yang berusaha bersembunyi pada ruangan yang tertutup.

Kendati demikian, tetap saja usaha tersebut sia-sia sebab pada akhirnya para pelajar tersebut dibawa keluar secara paksa oleh petugas Satpol PP yang saat itu pun juga ikut menyatroni guna dimintai keterangan. Dan setelah itu, para pelajar pun dibawa menggunakan mobil bak terbuka.

Menurut informasi yang beredar, berdirinya warnet atau warung internet di tempat tersebut telah ada selama bertahun-tahun yang tentu sudah menimbulkan kecemasan. Dan bahkan, tempat game online tersebut buka hampir 24 Jam di setiap harinya dan rata-rata pengunjungnya adalah pelajar yang hendak bermain game di sana.

Sedangkan tindakan dari Pemkab Purwakarta hingga kini tidak menimbulkan apapun yang begitu berarti. Sudah berkali-kali diberi peringatan, namun masih saja membandel.

“Saya pun setuju kalau tempat itu digerebek setiap hari.” Penuturan salah seorang warga sekitar.

Selain itu, para pelajar yang tertangkap pun setelah itu dimintai serangkaian data guna dijadikan bahan laporan ke pihak sekolah, terlebih untuk diberikan kepada orang tua masing-masing.

Dan dari hasil pendataan tadi, pelajar yang tertangkap antara lain dari SDN 6, SMPN 4, SMPN 7, SMK Tekin, dan seorang siswi SMKN 2 Purwakarta.

Engkun Kuntadi selaku MP Kantor Kecamatan Purwakarta, menuturkan bahwa semua pelajar yang tertangkap ini dibawa ke Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta guna dilakukan pembinaan.

“Mereka yang bermain game online ini sebenarnya pergi dari rumah untuk sekolah. Tapi bukannya sekolah, mereka malah nongkrong selepas itu bermain game online,” Tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *