Categories Berita Hari IniHOT NEWS

Seorang Nenek Ditemukan Tewas Terpanggang di Rumahnya Sendiri

Seorang Nenek Tewas Terpanggang

Seorang wanita lanjut usia bernama Maryati (71) ditemukan tewas mengenaskan, terpanggang di dalam rumah panggungnya sendiri yang berlokasi di RT 02/07 Kampung Pasircalung, Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada hari Minggu (19/11/17).

Maryati diketahui tewas akibat ia tidak dapat menyelamatkan dirinya yang terbaring lemah di dalam kamarnya sebab sakit yang dialaminya selama setahun lebih.

“Hal ini terjadi pada siang sekitar 11.30. Rumah nampak sepi, dan hanya dihuni oleh nenek Maryati yang tengah sakit. Sedangkan sang anak serta cucunya tengah berada di kebun,” Ungkap Camat Cisarua Nani Rida Riyani, ketika dimintai keterangan.

Tak hanya itu Nani mengklaim bahwa para tetangga terdekat pun tidak mengetahui kalau ada nenek Maryati yang masih berada di dalam rumah panggung sederhana itu.

Dan dari hasil keterangan pihak keluarga, Maryati telah mengalami sakit semenjak satu tahun lamanya, serta tidak dapat pergi kemana-mana. Nenek Maryati pun tinggal bersama sang anak, Yusuf (40) serta dua cucunya.

“Dan mungkin saja, ia tidak dapat menyelamatkan diri. Sebab penyakitnya bisa dibilang faktor usia, usianya pun sudah di atas 70 tahun,” Lanjutnya.

Dan apalagi, Nani mengungkapkan bahwa api begitu cepat melahap habis rumah sebab material bangunan pun terbuat dari bahan kayu serta bambu yang rentan terbakar dan karena itu lah warga pun tidak dapat segera memadamkan api.

Pihak keluarga pun sudah pasrah serta menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Dan karena peristiwa itu Nani menuturkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah berupa koordinasi bersama pihak-pihak terkait misalnya BPBD, Damkar, Kepolisian Polres Cimahi guna mempercepat proses identifikasi tubuh korban serta Dinas Sosial guna memberikan santunan.

“Korban pun sudah dikuburkan sekitar pukul tiga sore ini (kemarin) usai diidentifikasi oleh pihak Polres Cimahi,” Lanjutnya.

Sedangkan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Dicky Maulana, menuturkan kalau kejadian kebakaran tersebut tidak dapat dipadamkan oleh mobil pemadam kebakaran. Dan tak hanya karena akses jalan yang cukup jauh, api yang berkobar pun juga secara cepat dapat melahap rumah panggung.

“Apinya begitu cepat melahap rumah kurang dari setengah jam rumah telah habis. Tetangganya juga tidak dapat sesegera mungkin memadamkannya. Dan diperparah oleh akses jauh mobil pemadam terdapat di Padalarang dan Lembang,” Ungkapnya.

Dan mengenai sumber api sebagai pemicu kebakaran, Dicky menuturkan pula kalau pihaknya dengan pihak kepolisian serta pemadam kebakaran kini masih mendalami proses identifikasi sumber api. Tak hanya sudah mengakibatkan korban meninggal, kebakaran itu pun telah ditaksir mengalami kerugian hingga mencapai Rp 80 juta.

“Pemicu terjadinya kebakaran sampai saat ini masih diteliti lebih lanjut, apakah asalnya dari tungku dapur atau konsleting listrik. Namun karena rumah dalam keadaan sepi serta bisa jadi tidak terdapat aktifitas memasak apapun mungkin saja kebakaran terjadi akibat konsleting listrik. Namun hal itu juga belum dapat dipastikan,” Tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *