Categories Berita Hari IniHOT NEWS

Alasan Tertundanya Pemberian Gelar Pahlawan

Sejak tahun 2017 serta pada tahun 2018, Pemprov Jawa Barat tidak akan mengajukan nama guna diusung untuk bergelar sebagai pahlawan. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan pun menjanjikan bahwa ia akan menyelesaikan persyaratan gelar pahlawan guna beberapa nama yang sudah diajukan beberapa waktu lalu.

“Terdapat beberapa nama yang telah diajukan, namun sebab belum diterima, serta persyaratan masih kurang. Tahun depan fokus untuk nama yang telah diajukan namun masih belum lolos,” Tuturnya saat berada di Gedung Sate, Jumat (10/11/17).

Nama-nama itu terdiri atas Inggit Garnasih, Ali Sadikin, R. A. Lasminingrat, serta K. H. Ahmad Sanusi. “Perayaratan, dan juga lain-lain mesti diperbaiki. Namun kami sendiri tidak akan mengajukan nama yang baru sebelum yang lama selesai dibereskan,” Lanjutnya.

Aher berpendapat bahwa penundaan pemberian gelar pahlawan ini hanya beralasan sebab persoalan administrasi semisal naskah, narasi, dan terdapat beberapa hal lain. Ia juga menuturkan bahwa tidak ada hal fatal yang membuat nama-nama tadi malah menjadi tidak layak memperoleh gelar pahlawan.

Dan yang terakhir gelar pahlawan nasional dari Jawa Barat yang sudah disetujui oleh pemerintah pusat yaitu Abdul Halim. Abdul Halim diberikan gelar sebagai pahlawan nasional semenjak tahun 2008 silam.

Categories Berita Hari Ini

Kunjungan Kerja ke Rusia, Aher Bawa Pulang Rencana Sistem Teknologi Pertanian Untuk Jawa Barat

BANDUNG (lodaya) — Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Aher sapaannya menghadiri kunjungan kerja ke Rusia beberapa hari lalu. Di dalam kunjungan kerjanya tersebut ia diundang dalam suatu pagelaran budaya Indonesia yang bertajuk “Festival Indonesia” yang berlangsung sejak 2 Agustus kemarin dan akan berakhir pada tanggal 6 Agustus 2017.

Dalam kunjungan kerja yang bertajuk ‘Indonesia-Rusia Business Forum 2017’ tersebut ia memaparkan berbagai aspek yang berpeluang untuk diinvestasikan.

Seperti fasilitas pendukung Bandara di Jawa Barat, Tempat pembuangan akhir sampah Legok Nangka, serta sistem penyuplai air bersih di Metropolitan Cirebon Raya

Sambil menyelam, minum air. Aher, diketahui juga menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan ke kawasan pertanian milik negara Rusia di Bashkortostan, Rusia.

Dalam kunjungan itulah ia merasa tertarik akan canggihnya teknologi pertanian yang dikembangkan Rusia, dan hendak menerapkannya di Jawa Barat.

Aher berpendapat bahwa teknologi yang dikembangkan pada sistem pertanian Rusia sangat bagus. Mereka mempunyai lahan yang sangat luas dan berhasil dikelola dengan baik, sehingga terproduksilah sayur mayur serta buah-buahan yang segar. seperti mentimun, serta tomat dan masih banyak lagi,

“Jelas hebat, produk yang dihasilkan dari teknologi itu sangat berkualitas,” Kata Aher melalui pesan, Jumat (04/08/17)

Ia menuturkan bahwa ia belum pernah teknologi pertanian yang seperti ini, meski negara Jepang atau Maroko juga sama-sama mempunyai sistem pertanian yang terkelola dengan baik.

“Jepang dan Maroko sama-sama bagus, cuma masih lebih bagus di Rusia ini,” Ungkapnya.

Dia berencana mengirimkan utus untuk mempelajari teknologi tersebut sehingga nanti bisa diaplikasikan di Jawa Barat.

“Mungkin nanti kita akan kirim orang untuk belajar di Rusia, apa itu tiga bulan atau satu tahun. Kita ingin pertanian di Jawa Barat bisa berkembang dengan baik,” ujar Aher.

Terkait hal tersebut, Aher juga berencana untuk mengirimkan utusan guna mempelajari sistem teknologi tersebut yang kemudian akan menerapkannya di Jawa Barat.