Categories HOT NEWSKriminalPolda Jabar

Terkait Kasus Pungli Sebesar 194 Juta Rupiah, Kepsek SMAN 27 Bandung Dipecat

BANDUNG (lodaya) — Sudah beberapa waktu berlalu sejak dugaan tindak pungutan liar menyeret nama baik SMAN 27 Bandung. Usai Tim Saber Pungli Polda Jawa Barat mengusut kasus tersebut, akhirnya Kepsek SMAN 27 Bandung yang berinisial NK menjadi tersangka atas kasus tindak pungutan liar tersebut, dan dijatuhi sanksi pencabutan jabatan sebagai Kepala Sekolah.

Ahmad Hadadi selaku Kepala Dinas Pendidikan Jabar juga menerangkan bahwa tersangka NK sudah dicabut masa jabatannya sejak Jumat (29/07/17) lalu. Pencabutan jabatan kerja tersebut berlaku tepat setelah NK tertangkap oleh Tim Satgas Saber Pungli pada Kamis (27/07/17).

Yusri Yunus selaku Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol mengungkapkan bahwa kasus tersebut telah diusut oleh Tim Saber Pungli Jabar sejak Senin (31/07/17) lalu.

Ia juga menyebutkan bahwa hasil penyelidikan menemukan adanya kesalahan yang dilakukan pihak sekolah. Kepala sekolah berinisial NK itu menyimpan uang sumbangan berupa uang pembangunan ruang kelas serta biaya operasional siswa dari orangtua murid yang memasukan anaknya di sekolah tersebut dalam sebuah brankas.

Dalam sumbangan tersebut, Siswa yang hendak masuk ke SMAN 27 Bandung akan dikenakan pungutan sebesar 12 Juta Rupiah, serta diduga siswa juga dipungut biaya ‘partisipasi’ yang berkisar antara 5 juta hingga 7,5 juta per siswa. Dengan begitu, total dana yang sudah dipungut sekolah mencapai Rp 194.000.000

“Begitu kami mendengar kasus seperti ini, kami langsung datang untuk melakukan penyelidikan, dan saat ini kepala sekolah dijabat oleh Hadili, sedangkan tersangka kini diturunkan menjadi pengawas sekolah,” ujarnya.

Namun bila disinggungkan kemana uang tersebut digunakan maka ini jawaban yang kami dapatkan, “Uangnya tidak disentuh sama sekali, tidak ada pihak yang merugi juga. Kasus ini masih bisa dimaafkan. Kami hanya akan membinanya dan menegaskan bahwa ini tidak boleh terjadi lagi.” Tuturnya.

Lalu siswa-siswa yang memberikan uang sumbangan tersebut kini ditempatkan di kelas tambahan untuk sementara, mengingat ruang kelas di SMAN 27 Bandung tidak mencukupi.

“Sekarang masalahnya, mereka terpaksa belajar di tempat yang tidak nyaman, di ruang laboraturium, di ruang guru. Mengenai uang yang disimpan tersebut nanti akan dikembalikan kembali kepada orang tua, dan bagaimana penyelesaiannya nanti akan dimusyawarahkan saja,” tandas dia.

Mengambil hikmah dari apa yang telah terjadi ini ia menghimbau agar semua kepsek menaati peraturan dan undang-undang yang ada.

Save

Save

Save

Save

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *