Lempar Lembing : Sejarah, Teknik dan Peralatan

4 min read

lempar lembing

Lempar lembing merupakan salah satu cabang atletik yang selalu diperlombakan dalam pesta olahraga Olimpiade. Pengertian lempar lembing adalah olahraga atletik yang dilakukan dengan cara melempar alat seperti tombak alumunium atau tombak bambu dengan tujuan atau arah sejauh mungkin di sektor lapangan yang sudah disediakan.

Sejarah Lempar Lembing

Lembing pada zaman dahulu masih terbuat dari kayu yang ujungnya dari besi. Untuk membawa lembing ini cukup sangat berat sekali, sehingga di kemudian hari diganti dengan kayu yang lebih ringan dari Swedia, dan kemudian diubah menjadi lembing yang lebih modern, lembing yang terbuat dari logam dan serat kaca (fiberglass)

Lempar lembing atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Javelin Throw. Dalam sejarahnya disebutkan bahwa lempar lembing adalah bagian dari pancalomba Kuno Olimpiade yang dimulai pada 708 SM. Saat itu, ada dua nomor lempar lembing yang dilombakan yaitu, jarak lemparan dan sasaran lemparan.

Lempar lembing dengan mengarah sasaran kembali dilombakan di Jerman dan Swedia pada awal tahun 1870-an. Di Swedia, olahraga ini berkembang menjadi olahraga yang semakin disukai. Sedangkan lempar lembing sasaran jarak terjauh populer kembali di Finlandia pada tahun 1880-an. Aturan terus berkembang selama dekade berikutnya; awalnya, lembing dilemparkan tanpa berlari. Lalu, pada akhir tahun 1890-an, berlari tanpa batas diperbolehkan.

Pada tahun 1906, lempar lembing diperkenalkan pada ajang Olimpiade, namun baru sebatas nomor lempar lembing untuk pria. Sedangkan nomor lempar lembing putri baru diperlombakan di Olimpiade 1932.

Dari tahun ke tahun lempar lembing bukanlah menjadi olahraga yang diminati di Indonesia, meskipun ada atlet lempar lembing Indonesia yang patut dihargai karena menjadi salah satu atlet yang memperjuangkan Indonesia melalui cabang olahraga lempar lembing ini.

Teknik Dasar Lempar Lembing

Teknik dasar lempar lembing hanya dibagi menjadi 4 hal saja, jadi tidak ada alasan seorang siswa yang sedang mempelajari lempar lembing tidak bisa melakukannya dengan baik. 4 Teknik dasar lempar lembing adalah :

Cara Memegang Lembing

Cara memegang lembing dalam olahraga lempar lembing bisa dipelajari dan dipraktekkan dengan sangat mudah. Untuk bisa melakukannya, ada 3 cara dalam memegang lembing, yaitu :

  1. Cara Amerika (Pemain memegang lembing di antara jari telunjuk dan jempol yang berada tepat di belakang tali lilitan pada pegangan lembing.
  2. Cara Finlandia (Pemain memegang lembing antara jari tengah dan jempol yang berada tepat pada belakang lilitan tali pegangan lembing. Sementara itu, letak jari telunjuk lurus ke arah belakang di bawah lembing.
  3. Cara Pegangan Tang. Pemain memegang lembing dengan telunjuk dan jari tengah menjepit lembing tepat di belakang pegangan (lilitan)

Memegang lembing gaya Amerika, Finlandia, ataupun gaya pegangan tang bisa dilihat pada gambar di bawah ini :

Cara Membawa Lembing

Cara membawa lembing juga dibagi menjadi tiga cara yang sangat mudah dipraktekkan, 3 cara membawa lembing adalah :

  1. Tangan harus lurus ke belakang dan serong ke bawah, pembawa lembing memegang lembing segaris dan menempel pada lengan, sedangkan ujung lembing di samping dada mengarah ke depan atas selurus dengan lengan.
  2. Tangan harus ditekuk 90°, pembawa lembing memegang lembing setinggi telinga atau tepat di atas bahu. Posisi lembing dapat horizontal, serong ke atas atau bawah.
  3. Tangan mengangkat lembing lebih tinggi dari kepala.

Cara membawa lembing di atas bisa dipahami dengan melihat gambar di bawah ini :

Cara Melempar Lembing

Atlet berlari dengan membawa lembing di atas kepala dengan lengan ditekuk, siku menghadap ke depan dan telapak tangan menghadap ke atas. Posisi lembing berada sejajar di atas garis paralel dengan tanah. Panjang awalan rata-rata 30 m. Awalan pendahuluan biasanya dimulai ketika atlet tiba di tempat yang telah diberi tanda sebelumnya (check mark).

Pada prakteknya, cara melempar lembing memiliki dua gaya, yaitu lempar lembing gaya Finlandia dan lempar lembing gaya jingkat (Hop step), meskipun ada juga gaya American Hop, namun ke dua gaya tersebut jika bisa dipraktekkan dengan baik akan menghasilkan lemparan yang jauh.

Lempar Lembing Gaya Finlandia (Cross Step)

Cross Step adalah langkah sebelum melempar lembing, teknik ini lebih dikenal dengan cara lempar lembing gaya Finlandia. Cara ini bisa dilakukan dengan :

  1. Dengan permulaan berlari, lembing dibawa setinggi kepala dengan lengan bengkok, siku menghadap ke depan dan telapak tangan menghadap ke atas.
  2. Lembing  sejajar  dengan tanah,  lintasan  awalan kurang  lebih  30  m  termasuk  ”langkah  silang”, langkah akhir dimulai sejak pelempar sampai pada tanda (check mark) yang dipasang sebelumnya.
  3. Kaki kanan melompat kuat dibantu dengan kaki kiri mengangkat panggul ke depan atas disertai dengan panggul dan badan diputar ke kiri. Lengan kiri dari posisi terangkat di muka dada lalu digerakkan ke samping kiri. Kepala menghadap ke arah lemparan agak menengadah, pandangan agak ke atas.
  4. Didahului siku kanan, lembing dilemparkan sekuatkuatnya  dengan  sudut  lemparan  kurang  lebih  40 Derajat disertai dengan badan yang dicondongkan ke depan mengikuti ayunan lengan melempar lembing, lepasnya lembing kira-kira di atas depan dari bahu kanan.
  5. Lepasnya lembing diikuti dengan kaki kanan melangkah di muka. Gerakan ini merupakan langkah yang kelima gaya Finlandia. Bersamaan dengan mendaratnya kaki kanan, kaki kiri ditegakkan ke belakang dan  tetap  terangkat  untuk  memberikan  keseimbangan pada kaki kanan yang harus berjingkat-jingkat dalam usahanya mengerem lajunya awalan.
  6. Keluar dari lintasan setelah lembing yang dilempar jatuh. Dari posisi berdiri ia meninggalkan lintasan. Lemparan dianggap tidak sah kalau setelah melempar dan lembing belum jatuh ke tanah, ia telah meninggalkan lintasan.

Untuk lebih jelas mengenai gaya silang ini, lihat gambar lempar lembing gaya Finlandia di bawah ini :

Lempar Lembing Gaya Jingkat (Hop Step)

Pada permulaan lari awalan, lembing dibawa setinggi kepala dengan lengan bengkok siku menghadap ke atas.
Kemudian berlari secepat-cepatnya, pada saat kaki kiri sampai pada tanda (check mark) yang telah ditentukan,
tangan kanan telah mulai sedikit diluruskan ke belakang bawah. Kemudian, kaki kanan melangkah dan mendarat
maka dengan tumpuan kaki kanan gerakan berjingkat dilakukan, mendarat dengan kaki kanan terlebih dahulu dan kaki kiri langsung ditarik selebar dan sejauh mungkin.

Untuk lebih jelasnya, lihat gambar lempar lembing gaya jingkat di bawah ini :

Peralatan Lempar Lembing

Peralatan lembing yang digunakan dalam olahraga lempar lembing memiliki ketentuan seperti di bawah ini :

A. Bagian lembing terdiri dibagi menjadi tiga bagian.

  1. Mata lembing.
  2. Badan lembing dibuat dari metal dan pada ujung depan terpasang kokoh sebuah mata lembing yang runcing.
  3. Tali pegangan (melilit pada lembing) berada di titik pusat gravitasi dan tidak melebihi garis tengah badan
    lembing dari 8 mm. Lilitan tali pegangan lembing harus sama tebal dan bergigi tanpa sabuk atau benjolan.

B. Ukuran Panjang dan Berat Lembing adalah :

  1. Putra : panjang : 2,6 – 2,7 meter. berat : 800 gram.
  2. Putri : panjang : 2,2 – 2,3 meter. berat : 600 gram.

C. Lapangan Lempar Lembing

Lapangan lempar lembing di Indonesia sangat jarang sekali ditemukan, mungkin karena olahraga ini kurang menarik bagi sebagian masyarakat Indonesia. Namun, di sekolah-sekolah, olahraga lempar lembing ini wajib dipelajari dan dipraketekan, sehingga kadang ada praktek lempar lembing yang wajib dilakukan oleh semua siswa.

Untuk ukuran lapangan lempar lembing standar Internasional, bisa dilihat pada gambar di bawah ini :

Demikian rangkuman materi Lempar Lembing yang bisa kami sampaikan, semoga bisa bermanfaat bagi anda yang sedang membutuhkannya, khususnya bagi anda yang memiliki tugas membuat makalah lempar lembing. Jangan lupa bahagia dan terus olahraga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *