Tolak Peluru : Sejarah, Teknik Dasar & Peralatan

2 min read

tolak peluru

Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik nomor lempar selain lempar lembing, lempar cakram dan olahraga lempar lainnya. Mengapa tolak peluru masuk dalam kategori lempar? karena tujuan tolak peluru adalah agar lemparan peluru menghasilkan jarak yang sejauh mungkin. Tolak peluru dalam bahasa Inggris sering disebut atau dikenal dengan nama Shot Put. Olahraga tolak peluru ini memiliki sejarah yang sangat panjang seperti halnya sejarah olahraga atletik lainnya.

Teknik Dasar Tolak Peluru

Teknik tolak peluru atau lebih lanjut disebut gaya tolak peluru dibagi menjadi dua macam gaya, yaitu gaya menyamping (gaya ortodok) dan gaya O’Brein (gaya membelakangi sektor tolakan).

Cara tolak peluru pertama yang harus dipahami adalah cara memegang peluru, untuk lebih jelasnya mari kita simak pada keterangan penjelasan di bawah ini :

Cara Memegang Peluru

Cara memegang peluru yaitu diletakkan di bahu, cara melakukannya ada tiga tahapan :

  1. Letakkan peluru pada ujung jari-jari tangan anda.
  2. Letakkan peluru di bahu (di antara tulang leher dan selangka)
  3. Angkat siku anda setinggi bahu, dan tempelkan peluru pada tulang rahang bawah.

Untuk memahami cara memegang peluru dalam olahraga ini, lihat pada gambar di bawah ini :

Tolak Peluru Gaya Menyamping (Gaya Ortodok)

Cara atau teknik dasar melakukan tolak peluru gaya menyamping / gaya ortodok adalah sebagai berikut :

  1. Sikap awal berdiri menyamping dengan sektor tolakan berada di sektor kiri tubuhnya, lutut kaki kanan ditekuk, sedangkan kaki kiri diluruskan ke belakang. Berat badan berada pada kaki kanan dengan pandangan mata ke de­pan.
  2. Tangan kanan memegang peluru yang diletakkan di atas bahu kanan menempel pada rahang, sedangkan tangan kiri diangkat ditekuk di depan wajah kiri berfungsi un­tuk menjaga keseimbangan tubuh.
  3. Gerakan akan menolak, yaitu kaki kiri diangkat kemu­dian diputarkan ke arah kiri sebanyak 2–3 kali putaran
    kemudian kaki kiri berpijak di sebelah kaki kanan.
  4. Kaki kiri digeser ke samping kiri sambil kaki kanan juga digeser mengikuti arah kaki kiri bergeser.
  5. Waktu kedua kaki bergeser ke kiri, peluru dilemparkan dengan cara tangan kanan yang memegang peluru dido­rong ke arah depan atas, jalannya peluru membentuk pa­rabola diikuti pandangan mata ke arah jalannya peluru.
  6. Sikap akhir, berat badan berada di kaki kanan diusaha­kan tubuh tidak ke luar dari lingkaran.

Untuk lebih jelas 6 tahapan tolak peluru gaya menyamping ini lihat pada gambar berikut :

Tolak Peluru Gaya Membelakangi (Gaya O’Brien)

Cara atau teknik dasar tolak peluru gaya O’Brien ini bisa dilakukan dengan tahap-tahap di bawah ini :

  1. Sikap awal, berdiri membelakangi sektor tolakan de­ngan berat badan ada di kaki kanan sambil tubuh dibungkukkan.
  2. Kaki kiri berada di belakang sedikit diangkat, tetapi ujung kaki masih berpijak dengan tanah.
  3. Tangan kanan memegang peluru yang diletakkan di atas bahu yang menempel dengan daun telinga, sedangkan
    tangan kiri ditekuk ke atas menyilang di atas wajah.
  4. Gerakannya, yaitu, tubuh dalam keadaan rendah penuh kombinasi, sambil kaki kiri diayun­ayunkan ke depan
    dan ke belakang kemudian peluru ditolakkan.
  5. Pada waktu menolakkan peluru diikuti berat badan dipu­tar ke belakang sambil kaki digeser ke belakang.
  6. Posisi akhir, setelah peluru ditolakkan dengan keras yang diikuti pandangan mata, kemudian berat badan
    ganti pada kaki kiri.
  7. Keseimbangan tubuh tetap dijaga agar tidak terpental ke luar lingkaran.

Lebih jelas lihat gambar tolak peluru gaya o’brien di bawah:

Sarana dan Peralatan Tolak Peluru

Ada beberapa sarana dan peralatan dalam olahraga tolak peluru, sarana paling penting adalah lapangan dan peluru agar olahraga ini bisa dipraktekkan oleh semua orang.

Ukuran Lapangan Tolak Peluru

Lapangan tolak peluru berbentuk lingkaran, dengan ketentuan yang harus dipenuhi sebagai berikut :

  1. Tebal Garis lapangan tolak peluru adalah 5 cm
  2. Sudut sektor lemparan adalah 60 derajat
  3. Garis tengah lingkaran adalah 2,135 meter.

Ukuran lapangan tersebut bisa dilihat pada gambar di bawah ini :

Peralatan yang digunakan untuk tolak peluru berikut ini.

1) Peluru.

  • Ketentuan peluru sebagai berikut.
  • Bahan dari besi, kuningan, atau logam.
  • Bentuknya bulat, permukaannya harus licin.
  • Bagi pria beratnya 7,257 kg.
  • Bagi wanita beratnya 4 kg.
  • Peluru untuk pria diameter minimal 110 mm dan maksimal 130 mm.
  • Peluru untuk wanita diameter minimal 95 mm dan maksimal 110 mm.

2) Rol meter terbuat dari baja, gunanya untuk mengukur jarak tolakan.
3) Bendera untuk memberi tanda pada bekas tolakan.

Mungkin tulisan tentang tolak peluru di atas sudah mewakili beberapa materi mengenai tolak peluru yang diajarkan di SMP karena memang tulisan di atas diambil dan diperbaharui dari buku SMP. Untuk tolak peluru tingkat lanjut semoga saja akan kami sajikan pada kesempatan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *